Buka konten ini
BATAM (BP) – Proses daftar ulang bagi peserta yang lolos Seleksi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMKN 1 Batam, resmi dimulai pada Senin (30/6). Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari hingga Rabu (2/7). Sistem pendaftaran dilakukan bertahap, dua jurusan per hari, guna menghindari penumpukan dan kerumunan di lingkungan sekolah.
Pada hari pertama, giliran jurusan Teknik Mekatronika dan Teknik Elektronika Industri yang melaksanakan daftar ulang. Jurusan lainnya menyusul di hari berikut sesuai jadwal yang telah disusun oleh panitia SPMB. Mekanisme ini dinilai cukup efektif untuk mengurai keramaian peserta dan orangtua.
Kepala SMKN 1 Batam, Deden Suryana, mengatakan bahwa seluruh tahapan pelaksanaan SPMB tahun ini dijalankan sesuai petunjuk teknis (juknis) yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau. “Seluruh proses kami sesuaikan dengan juknis. Untuk daftar ulang, kami atur dua jurusan per hari agar lebih tertib dan aman,” jelasnya.
Tahun ini, SMKN 1 Batam menerima sebanyak 1.008 siswa baru yang terbagi dalam enam jurusan. Jurusan tersebut adalah Teknik Pemesinan, Teknik Pengelasan, Teknik Elektronika Industri, Teknik Komputer dan Jaringan, Teknik Otomasi Industri, serta Teknik Mekatronika.
Daya tampung itu ditentukan berdasarkan ketersediaan ruang belajar dan tenaga pendidik.
Meskipun daftar ulang sudah diatur bergiliran, suasana sekolah tetap ramai. Selain peserta yang dinyatakan lolos, banyak pula orangtua yang anaknya tidak lulus SPMB turut datang ke sekolah. Mereka berharap masih ada peluang masuk melalui jalur tambahan atau pertimbangan khusus dari sekolah.
“Saya tinggal tidak jauh dari sini. Anak saya memang tidak lulus, tapi saya masih berharap ada jalan lain agar dia bisa masuk,” kata Hendra, warga Perumahan Genta, Batuaji.
Hal serupa disampaikan Junaidi, orangtua lain yang memilih SMKN 1 karena mutu pendidikan dan faktor biaya. “Sekolah negeri biayanya lebih ringan. Kami berharap ada kebijakan tambahan,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, pihak sekolah meminta para orangtua bersabar. “Kami paham keresahan mereka, tetapi semua tetap harus berjalan sesuai aturan,” kata salah satu anggota panitia SPMB.
Fenomena serupa juga terjadi di sekolah lain di kawasan Batuaji dan Sagulung. Banyak orangtua mendatangi SMA dan SMK, memohon agar anak-anak mereka bisa diper-timbangkan kembali untuk masuk ke sekolah negeri. Alasannya hampir sama: lokasi tempat tinggal yang dekat dan keterbatasan ekonomi keluarga.
Pantauan di SMKN 5 Batam, kawasan Dapur 12, Sagulung, menunjukkan kondisi serupa. Selain orangtua yang datang untuk keperluan daftar ulang, tidak sedikit pula yang datang hanya untuk menyampaikan permohonan agar anak mereka bisa diterima kembali.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Cabang Batam, Kasdianto, menegaskan bahwa seluruh sistem penerimaan telah berjalan secara daring dan terpusat. “Ruang daya tampung (RDT) sudah penuh, maka akan ada pemerataan ke pilihan kedua dan ketiga. Tapi kalau tetap bertahan di pilihan satu, ya tidak bisa masuk,” ujarnya.
Kasdianto menjelaskan bahwa sistem ini menggunakan peringkat otomatis, sehingga tidak bisa hanya bergantung pada pilihan pertama. Pemerataan diberlakukan agar semua kuota terisi secara seimbang. Bahkan bagi yang tidak lolos di SMK, tetap dapat dialihkan ke SMA yang masih kekurangan siswa.
“Kalau ngotot tetap di pilihan satu, ya belum bisa. Kita masih menjalankan semua tahapan sesuai juknis. Belum ada penambahan kuota. Itu harus melalui keputusan pimpinan,” tambah Kasdianto.
Ia menegaskan bahwa pihaknya diawasi oleh Ombudsman dan tim pengawas lainnya, sehingga tidak bisa mengambil keputusan sepihak. Setiap langkah harus didasarkan pada kebijakan yang tertuang dalam juknis, dan keputusan akhir tetap di tangan pemerintah provinsi.
Proses daftar ulang masih akan berlangsung dua hari ke depan. Pihak sekolah mengimbau agar orangtua yang tidak terjadwal tidak datang ke sekolah, guna menjaga ketertiban dan kelancaran proses administrasi. Kehadiran tanpa jadwal hanya akan memperkeruh situasi di lapangan.
Tak Bisa Tambah Rombel
Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam menyatakan masih terdapat sekolah dasar negeri (SDN) yang mengalami kelebihan maupun kekurangan jumlah siswa dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026. Untuk menindaklanjuti hal ini, Disdik akan segera merilis data sekolah yang kekurangan rombongan belajar (rombel) beserta nama-nama siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto, menyampaikan bahwa rilis resmi tersebut akan dilakukan setelah pihaknya menggelar audiensi bersama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) serta Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Kepulauan Riau.
“Data itu akan kami rilis sekalian, baik siswa yang tidak tertampung maupun sekolah yang masih kekurangan siswa atau rombongan belajar. Insya Allah tanggal 3 Juli, kalau tidak ada perubahan dari Kemendikdasmen,” ujar Tri, Minggu (29/6).
Menurutnya, ketimpangan distribusi siswa masih terjadi di beberapa titik, terutama pada jenjang SD. Ada sekolah yang kekurangan peserta didik, tetapi ada pula yang kelebihan sehingga tidak memungkinkan lagi menambah rombel.
“Yang tidak bisa kami lakukan sekarang adalah menambah rombel dalam satu sekolah. Maka, solusinya adalah mendistribusikan siswa yang belum tertampung ke sekolah yang masih memiliki kuota,” jelasnya. (*)
Reporter : Rengga Yuliandra Eusebius Sara
Editor : RYAN AGUNG