PARIS (BP) – Sebuah jaringan penipuan investasi mata uang kripto berskala global berhasil dibongkar di Spanyol. Penyelidik memperkirakan kelompok ini telah mencuci uang hingga 460 juta euro, setara dengan sekitar 540 juta dolar ASlebih dari Rp8,8 triliun dengan memanfaatkan jaringan kaki tangan lintas negara.
Seperti dilansir dari channelnewsasia.com, informasi ini disampaikan Badan Kepolisian Uni Eropa, Europol, dalam siaran resmi pada Senin. Europol menyebut operasi penindakan tersebut dipimpin oleh Kepolisian Spanyol, dengan dukungan dari otoritas penegak hukum di Prancis, Estonia, dan Amerika Serikat.
Dalam penggerebekan yang berlangsung di dua lokasi berbeda itu, petugas menangkap lima orang tersangka. Tiga di antaranya ditangkap di Kepulauan Canary, sementara dua lainnya diamankan di ibu kota Madrid.
Menurut Europol yang bermarkas di Den Haag, jaringan ini menggunakan berbagai metode untuk menghimpun dana, termasuk penarikan tunai, transfer bank, dan transaksi mata uang kripto. Semua itu dilakukan melalui kaki tangan mereka yang tersebar di berbagai negara.
Penyidik menduga sindikat ini membentuk jaringan perusahaan cangkang dan layanan perbankan berbasis di Hong Kong. Mereka memanfaatkan berbagai gateway pembayaran dan akun atas nama orang lain di beragam platform, guna menerima, menyimpan, dan mentransfer dana hasil kejahatan. (*)
Reporter : GALIH ADI SAPUTRO
Editor : MUHAMMAD NUR