Buka konten ini
KETUA Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Batam, Rafki Rasyid, menyampaikan kekhawatirannya terhadap tekanan ekonomi yang semakin berat di Kota Batam. Menurutnya, ketegangan geopolitik akibat pecahnya perang antara Israel dan Iran, serta keterlibatan Amerika Serikat dalam konflik tersebut, menjadi faktor serius yang dapat memperburuk kondisi ekonomi global.
“Perang yang makin meluas akan membuat kondisi ekonomi global semakin tidak baik. Negara-negara yang terlibat akan lebih fokus menghadapi perang. Masyarakatnya akan menahan belanja, sehingga permintaan dari konsumen global kemungkinan besar akan menurun dalam waktu dekat,” ujar Rafki, Minggu (22/6).
Ia menilai kondisi tersebut sangat memengaruhi Batam, yang selama ini bergantung pada industri ekspor. Sekitar 90 persen perusahaan di Batam berorientasi ekspor dan sangat bergantung pada permintaan pasar luar negeri.
“Perusahaan di Batam tentu saja akan mendapat pukulan keras akibat menurunnya permintaan global. Sementara itu, biaya operasional di Batam justru terus meningkat,” jelasnya.
Rafki mencontohkan lonjakan harga gas industri yang disebutnya telah naik lebih dari 100 persen dalam waktu singkat. Kenaikan ini diikuti tarif listrik PLN Batam yang juga meningkat, serta upah pekerja yang konsisten naik setiap tahun.
“Seluruh kenaikan biaya ini tidak sebanding dengan penurunan permintaan terhadap produk-produk dari Batam. Beban dunia usaha pun semakin berat,” ungkapnya.
Dalam kondisi tersebut, Rafki berharap pemerintah hadir dengan solusi konkret. Ia menyarankan agar pemerintah menurunkan kembali harga gas industri ke level sebelumnya, serta memberikan berbagai insentif untuk meringankan beban pelaku usaha.
“Pemerintah bisa memberikan keringanan terhadap beberapa jenis pajak yang memberatkan perusahaan. Termasuk di tingkat pemerintah daerah, pajak penerangan jalan bisa diberikan diskon guna membantu perusahaan yang sedang kesulitan di Batam,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh tinggal diam menghadapi situasi ini. Menurutnya, keberlangsungan dunia usaha sangat penting agar lapangan kerja tetap tersedia dan ekonomi daerah terus bergerak.
“Dunia usaha di Batam harus dijaga agar tetap tumbuh, supaya lapangan kerja terus terbuka. Jika tidak ada kebijakan intervensi yang tepat, kita khawatir banyak perusahaan akan terpaksa melakukan efisiensi besar-besaran, termasuk pengurangan tenaga kerja,” pungkasnya.
Apindo Batam berharap adanya koordinasi lintas sektor antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha, agar Batam tetap menjadi motor penggerak ekonomi nasional, meskipun di tengah tantangan global yang semakin berat. (*)
Reporter : RENGGA YULIANDRA
Editor : RYAN AGUNG