Buka konten ini
JAKARTA (BP) – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor transportasi dan perhubungan membukukan kinerja positif dalam pelayanan mudik Lebaran 2025. Catatan baik itu disumbang sejumlah program yang mampu menarik minat masyarakat. Seperti penurunan harga tiket pesawat.
Salah satunya PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatatkan kinerja positif dalam penyelenggaraan Angkutan Lebaran (Angleb) 2025. Jumlah kapal yang dioperasikan meningkat 3,81 persen atau 245 unit. Total 5,82 juta penumpang serta 1,30 juta unit kendaraan diangkut pada periode tersebut.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo menjelaskan, lintasan dengan volume pergerakan tertinggi antara lain Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk. Di lintasan Merak–Bakauheni dan lintasan alternatif tercatat sebanyak 225.400 unit kendaraan dan 885.828 orang melintas saat arus mudik. Saat arus balik, ada 238.566 kendaraan dan 945.484 orang. “Hal ini menunjukkan arus balik melebihi arus mudik, yang mengindikasikan adanya perjalanan tambahan di luar kebutuhan mudik,” urainya.
Moda transportasi udara juga menunjukkan peningkatan, maskapai Garuda Indonesia mencatat jumlah penumpang udara pada Januari hingga Maret 2025 menjadi yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir atau tumbuh 48 persen dari kuartal 1 2023, yaitu sebanyak 1,8 juta penumpang.
“Meningkatnya permintaan angkutan penumpang di awal tahun, yang umumnya merupakan periode low season dalam industri penerbangan, memberi optimisme tersendiri bagi Garuda Indonesia yang tengah menjalankan serangkaian langkah transformasi strategis untuk memastikan keberlangsungan perusahaan,” ujar Direktur Utama Garuda Indonesia, Wamildan Tsani.
Sementara itu, PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) resmi menutup Posko Angkutan Lebaran 2025. Direktur Utama InJourney Airports Faik Fahmi menjelaskan, jumlah pergerakan penumpang pesawat di 37 bandara mencapai 10,67 juta penumpang. Tumbuh sekitar 2 persen dibandingkan dengan angkutan Lebaran 2024 sebanyak 10,46 juta penumpang. “Pertumbuhan jumlah penumpang pesawat ditopang sejumlah sentimen positif antara lain program penurunan harga tiket pesawat yang dires-pons baik oleh masyarakat,” ujar Fahmi. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO