Buka konten ini

ANAMBAS (BP) – Memasuki hari pertama Ramadan 1447 Hijriah, harga santan di Kabupaten Kepulauan Anambas mengalami penurunan. Meski demikian, harga dinilai masih belum sepenuhnya bersahabat bagi sebagian warga.
Berdasarkan pantauan di Pasar Ikan Tarempa, Kamis (19/2), harga santan yang sebelumnya mencapai Rp40 ribu per kilogram kini turun menjadi Rp30 ribu per kilogram. Penurunan tersebut telah terjadi sejak sepekan terakhir.
Turunnya harga santan disambut baik masyarakat yang mulai mempersiapkan kebutuhan sahur dan berbuka. Santan menjadi bahan utama berbagai hidangan khas Ramadan seperti gulai, opor, dan rendang.
Doni, penjual santan di Pasar Ikan Tarempa, membenarkan adanya penurunan harga tersebut. Ia memastikan stok kelapa sebagai bahan baku utama masih tersedia cukup.
“Santan turun harganya, stok kelapa kita pun masih banyak,” ujar Doni.
Menurutnya, harga santan sempat melonjak sejak pertengahan 2025. Dari kisaran Rp22 ribu per kilogram, harga merangkak naik hingga menyentuh Rp40 ribu per kilogram.
Kenaikan tersebut dipengaruhi harga kelapa di tingkat pemasok. Pasokan kelapa diperoleh dari wilayah lokal serta didatangkan dari Midai, Kabupaten Natuna.
“Harga naik memang dari penjual kelapanya. Kita ambil dari lokal dan juga dari Midai,” jelasnya.
Untuk kelapa tua dari petani lokal, harga berkisar Rp4.500 per butir. Sementara kelapa dari Midai mencapai Rp5.500 per butir karena tambahan biaya transportasi.
Doni menjelaskan, untuk menghasilkan satu kilogram santan murni dibutuhkan sekitar empat butir kelapa tua. Santan yang dijual merupakan santan murni tanpa campuran air.
“Empat butir kelapa biasanya menghasilkan satu kilogram santan. Ini santan murni, tidak dicampur air,” katanya.
Ia memperkirakan ketersediaan santan dan kelapa masih mencukupi hingga menjelang Hari Raya Idulfitri. Biasanya, permintaan akan meningkat signifikan menjelang Lebaran.
Sementara itu, pembeli bernama Heru menilai harga santan dalam hampir satu tahun terakhir tergolong tinggi. Namun, ia tetap membeli karena santan menjadi bahan penting dalam berbagai masakan Ramadan.
“Memang sudah lama mahal, hampir setahun ini. Tapi tetap beli karena untuk masak. Apalagi bulan puasa, banyak makanan pakai santan,” ujarnya.
Heru berharap harga santan dapat kembali normal di kisaran Rp22 ribu per kilogram agar tidak terlalu membebani kebutuhan rumah tangga selama Ramadan hingga Idulfitri. (*)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GUSTIA BENNY