Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Pasar properti nasional terus bergerak dinamis di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan. Konsumen kini lebih berhati-hati, namun aktivitas jual beli dan sewa properti tetap berjalan, terutama untuk memenuhi kebutuhan hunian dan investasi jangka panjang.
Dilansir infonasional, pelaku industri menilai bahwa pasar properti saat ini berada dalam fase penyesuaian. Direktur LJH Realty Indonesia, Oka Mahendra, menyampaikan bahwa konsumen cenderung lebih selektif dalam memilih lokasi, harga, hingga mempertimbangkan skema pembiayaan sebelum membuat keputusan.
”Properti bukan hanya soal jual beli aset bernilai besar. Ada kepercayaan, rasa aman, dan kualitas pelayanan yang harus dijaga,” ujarnya dalam keterangannya, Rabu (11/2).
Masyarakat yang ingin membeli properti semakin berhati-hati, baik di pasar primer maupun sekunder. Banyak konsumen membutuhkan bantuan untuk mencari properti yang sesuai, melakukan negosiasi, hingga memastikan kelengkapan dokumen.
Dari sisi pembiayaan, bank-bank penyalur KPR semakin agresif menawarkan produk dengan bunga dan tenor yang lebih menarik. Hal ini dinilai membantu menjaga minat masyarakat untuk tetap masuk ke pasar properti, meski dengan pertimbangan yang lebih matang.
Apresiasi Industri dan Pasar Sekunder Kelapa Gading
Pengakuan terhadap para pelaku di balik transaksi properti tercermin dari berbagai ajang apresiasi industri. Salah satunya adalah Awards Annual 2026 Parade of Excellence yang digelar LJH Realty Indonesia untuk memberikan penghargaan kepada individu dan mitra yang dinilai berkontribusi sepanjang 2025.
Penerima Lifetime Achievement Award, Hanny Koswidjaja, menilai pasar properti di kawasan mapan seperti Kelapa Gading, Jakarta Utara, masih menunjukkan pergerakan.
”Transaksi di pasar secondary masih cukup ramai. Kompleksitas transaksi membuat kebutuhan akan pendampingan tetap besar,” katanya.
Yuliana Yusni, konsultan properti di Batam, melihat peluang pasar masih terbuka, terutama di kota dengan aktivitas industri yang kuat.
”Permintaan tidak hanya untuk hunian, tapi juga ruko dan gudang,” ujarnya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI