Buka konten ini
BEIJING (BP) – Sindikat penipuan daring asal Tiongkok yang dikenal sebagai kelompok Ming yang sebelumnya beroperasi di Myanmar menyampaikan permintaan maaf sebelum dieksekusi mati.
Dalam video yang dirilis media pemerintah Tiongkok tampak cucu dari pemimpin kelompok Ming, Ming Zhenzhen, di depan pengadilan rakyat menengah Wenzhou, menyampaikan rasa malu dan bersalah atas keterlibatannya dalam sindikat penipuan daring yang dimotori oleh keluarganya.
”Sekarang saya sangat sadar akan kesalahan saya dan menyesal atas kebodohan dan ketidaktahuan saya di masa lalu. Saya meminta maaf dan saya siap bertanggung jawab atas apa yang seharusnya saya tanggung,” kata Ming Zhenzhen dalam video yang dirilis oleh media pemerntah China CCTV dan dikutip media-media lainnya.
Bai Yincang yang tergabung dalam sindikat keluarga Bai mengutarakan kebenciannya atas tindakan kriminalnya yang mengakibatkannya kehilangan harta benda dan menyebut ia tidak perlu lagi hidup dalam ketakutan setelah diekstradisi dari Myanmar.
”Saya ingin meminta maaf kepada rakyat China dan pemerintah China atas nama seluruh keluarga saya. Tindakan kami telah menyebabkan kerugian bagi puluhan ribu orang China. Saya sangat menyesal,” katanya di depan pengadilan rakyat menengah Shenzhen.
Keluarga Ming dan Bai mendirikan kompleks penipuan daring di Kokang, Myanmar, dan terlibat dalam pengoperasian kasino, judol, pemerasan, dan penahanan ilegal.
Sindikat keluarga Ming juga terlibat pembunuhan yang disengaja terhadap 14 warga Tiongkok dan keluarga Bai terlibat dalam pembunuhan 6 warga Tiongkok.
Perputaran uang ilegal di keluarga Ming mencapai 10 miliar RMB (sekitar Rp24,29 triliun) sementara keluarga Bai sebesar 29 miliar RMB (sekitar Rp70,62 triliun) termasuk penyelundupan dan produksi 11 ton methamphetamine.
Sebanyak 11 terdakwa dari sindikat Ming dan empat terdakwa dari kelompok Bai mendapat vonis hukuman mati pada September dan November 2025 sedangkan eksekusi dilakukan pada akhir Januari 2026. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY