Buka konten ini

TRANSISI energi bersih di Tanah Air terus bergerak dalam bentuk realisasi. Salah satunya PT PLN Nusantara Power (PLN NP) yang baru meresmikan Hydrogen Refueling Station (HRS) Merah Putih 2.0 di Unit Pembangkitan (UP) Rembang, Jawa Tengah.
Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah mengatakan, stasiun pengisian hidrogen itu memanfaatkan hasil proses operasional pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang sebelumnya hanya digunakan sebagai pendingin generator.
“Ini sejalan dengan arah pengembangan teknologi hidrogen di sektor ketenagalistrikan nasional. Kami mengembangkan teknologi mutakhir berbasis riset dan inovasi bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS),” ujarnya kemarin (4/1).
Ruly menjelaskan, HRS Merah Putih generasi kedua yang dibangun di Rembang telah mencapai tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) minimal 60 persen. PLTU Rembang sendiri memiliki kapasitas produksi hidrogen sebesar 8,94 ton per tahun. Namun, kebutuhan operasional pembangkit relatif kecil sehingga menyisakan potensi excess hydrogen sekitar 7,5 ton per tahun.
Potensi tersebut kemudian dikonversi menjadi bahan baku HRS melalui pendekatan riset dan pengembangan berkelanjutan. Fasilitas ini diharapkan menjadi fondasi awal pembangunan ekosistem hidrogen di lingkungan pembangkit listrik nasional.
Ke depan, pengembangan HRS akan dilakukan secara bertahap di sejumlah unit pembangkit PLN Nusantara Power di Pulau Jawa. Di antaranya, UP Indramayu, UP Tanjung Awar-awar, UP Gresik, UP Paiton, UP Muara Tawar, UP Pacitan, serta peningkatan HRS 1.0 yang telah beroperasi di UP Muara Karang. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO