Sabtu, 14 Februari 2026

Silakan berlangganan untuk bisa membaca keseluruhan berita di Harian Batam Pos.

Baca Juga

Karimun Menuju Panggung Internasional

KARIMUN (BP) – Menyambut pergantian tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Karimun bersiap membuka lembaran baru. Bukan sekadar perayaan, malam tahun baru kali ini akan menjadi momentum transformasi daerah melalui peluncuran city branding resmi bertajuk “Karimun Melaju Dalam Harmoni.”

Bupati Karimun Iskandarsyah mengatakan, rangkaian
kegiatan yang dipusatkan di kawasan Coastal Area tersebut mengusung semangat kolaborasi lintas pihak. Menariknya, seluruh pelaksanaan acara dipastikan tidak menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

“Seluruh kegiatan ini tidak memakai APBD. Pelaksanaannya hasil sinergi dengan pihak swasta dan para pemangku kepentingan lainnya,” ujar Iskandarsyah kepada Batam Pos, Minggu (28/12).
Ia menjelaskan, filosofi branding baru tersebut tetap berakar pada nilai dan budaya lokal. Salah satunya dengan memasukkan elemen Karimun Bumi Berazam ke dalam komponen logo dan visual branding.

“Semangatnya adalah menyongsong tahun baru dengan wajah baru, tetapi tetap menjaga jati diri dan akar budaya Karimun,” katanya.
Menurut Iskandarsyah, peluncuran city branding ini merupakan bagian dari strategi besar untuk membawa Karimun ke kancah internasional. Melalui komunikasi yang konsisten, potensi dan keunggulan daerah diharapkan dapat tersampaikan secara selaras.

“Target kita jelas, Karimun bisa go internasional. Dengan branding ini, pesan yang disampaikan akan lebih kuat dan sejalan antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat,” paparnya.
Dalam rangkaian perayaan malam Tahun Baru, Pemkab Karimun juga memastikan tidak ada penutupan ruas jalan tertentu di kawasan Coastal Area. Kebijakan tersebut diambil agar mobilitas masyarakat tetap lancar sembari menikmati hiburan rakyat.

“Tidak ada penutupan jalan. Masyarakat tetap bisa beraktivitas dan menikmati suasana malam tahun baru dengan nyaman,” ujarnya.
Iskandarsyah menambahkan, rangkaian acara akan diisi dengan doa bersama, tausiah, serta aksi sosial berupa penggalangan dana untuk membantu masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Panitia juga menyiapkan sejumlah suvenir untuk dilelang pada malam pergantian tahun. Hasil lelang tersebut seluruhnya akan disumbangkan bagi daerah-daerah yang terdampak bencana.
“Ini bukan sekadar perayaan, tetapi juga momentum berbagi dan memperkuat solidaritas sosial,” tutup Iskandarsyah. (*)

Reporter : SANDI PRAMOSINTO
Editor : GUSTIA BENNY