Buka konten ini
BEIJING (BP) – Bank sentral Tiongkok (PBoC) mengambil langkah tak biasa untuk menghidupkan kembali denyut kredit rumah tangga yang melemah. Otoritas moneter Negeri Panda itu membuka skema perbaikan kredit dengan menghapus catatan kredit macet individu bernilai kecil. Tujuannya mendorong masyarakat kembali berani meminjam.
Melalui kebijakan tersebut, catatan kredit macet pribadi dengan nilai hingga 10.000 yuan atau sekitar Rp 24 juta dapat dihapus dari sistem kredit nasional. Mengutip Reuters (23/12), kebijakan ini berlaku untuk utang yang timbul sejak awal 2020 hingga akhir 2025.
Langkah tersebut tak lepas dari melemahnya penyaluran kredit perbankan. Data terbaru menunjukkan, kredit baru pada November 2025 berada di bawah ekspektasi pasar, terutama akibat penurunan tajam pinjaman rumah tangga.
Perlambatan ekonomi Tiongkok juga tercermin dari penjualan ritel yang jatuh ke level terendah sejak berakhirnya kebijakan nol-covid.
Wakil Gubernur PBoC Zou Lan mengatakan, kebijakan ini tidak hanya membantu masyarakat memperbaiki skor kredit, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas.
“Ini akan membantu perbankan menilai risiko kredit secara lebih akurat dan mendorong pembiayaan yang lebih sehat,” ujarnya.
Ke depan, otoritas Tiongkok masih membuka ruang pelonggaran kebijakan untuk menopang pertumbuhan ekonomi.
Pemerintah telah memberi sinyal kemungkinan stimulus fiskal tambahan, serta opsi pemangkasan suku bunga dan rasio cadangan wajib. Namun, pada Desember ini PBoC masih mempertahankan suku bunga acuan pinjaman (loan prime rate/LPR), sesuai ekspektasi pasar. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO