Buka konten ini

(Foto Bawah) Tim Relawan Batam di bawah naungan Yayasan Merah Putih Darussalam menyalurkan bantuan pada korban bencana di Aceh Tamiang. Foto: Dokumentasi Yayasan Merah Putih untuk Batam Pos
BANDA ACEH (BP) – Malam mulai turun ketika mobil tangki air berhenti di Desa Tanah Terbang, Kabupaten Aceh Tamiang. Jalanan berlumpur sisa banjir dan longsor masih menyisakan genangan. Warga berbondong-bondong datang membawa jeriken, ember, hingga galon kosong. Air bersih menjadi barang paling berharga hari itu.
Di tengah kondisi tersebut, LAZ Batam bersama Batam Pos menyalurkan bantuan berupa tandon air dan pasokan air bersih ke sejumlah wilayah terdampak bencana di Aceh Tamiang, Rabu (24/12). Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga yang dalam beberapa hari terakhir kesulitan memperoleh air layak pakai.
Sebanyak tiga unit tandon air serta satu mobil tangki air bersih didistribusikan ke sejumlah desa, di antaranya Desa Tanah Terbang, Desa Tanjung Karang, dan Desa Kesehatan. Wilayah tersebut merupakan kawasan yang akses air bersihnya terganggu akibat banjir dan tanah longsor.
Air bersih menjadi kebutuhan paling mendesak bagi warga, tidak hanya untuk minum dan memasak, tetapi juga untuk berwudu serta kebutuhan sehari-hari lainnya. Dalam proses penyaluran, LAZ Batam menggandeng aparat kewilayahan, termasuk Babinsa Koramil Karang Baru Serka Rijal, yang turut memberikan informasi titik-titik lokasi paling membutuhkan bantuan.
Penyaluran bantuan juga didampingi Kepala Dusun (Kadus) Desa Tanah Terbang, Andre, guna memastikan distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran. Aparat setempat turut memantau kondisi warga, baik yang masih bertahan di pengungsian maupun yang telah kembali ke rumah masing-masing.
Ketua LAZ Batam, Syarifuddin, mengatakan setibanya mobil tangki air di lokasi, warga langsung memadati area tandon yang telah disiapkan. Sebagian warga bahkan membawa wadah air sendiri untuk diisi langsung oleh petugas.
“Pada hari ini kami menyalurkan tiga tandon air dan satu mobil tangki air bersih. Air tersebut didatangkan dari Sibolangit, Berastagi, Sumatera Utara, menuju Aceh Tamiang dengan waktu tempuh sekitar lima hingga enam jam,” ujar Syarifuddin.
Ia menambahkan, seluruh bantuan tandon dan air bersih tersebut merupakan hasil donasi masyarakat yang dihimpun melalui LAZ Batam bekerja sama dengan Batam Pos. Dukungan para donatur menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan bantuan cepat bagi warga terdampak bencana.
Warga penerima bantuan menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepedulian yang diberikan. Di tengah kondisi darurat, bantuan air bersih tersebut sangat membantu pemenuhan kebutuhan dasar mereka.
Ke depan, LAZ Batam bersama Batam Pos berkomitmen untuk terus menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah-wilayah yang masih terdampak bencana. Donasi masyarakat diharapkan terus mengalir dan menjadi amal jariah yang pahalanya tidak terputus.
Dapat Bantuan Minimal Rp8 Juta per KK
Sekretaris Kabinet (Seskab), Letkol TNI Teddy Indra Wijaya mengungkapkan, setiap kepala keluarga (KK) yang terdampak banjir dan longsor di wilayah Sumatera akan menerima bantuan minimal sebesar Rp8 juta sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana.
Hal tersebut dibahas Seskab Teddy bersama Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf dalam pertemuan di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta Pusat, Rabu (24/12).
“Setiap kepala keluarga yang terdampak atau mengungsi akan mendapat minimal Rp8 juta, dengan rincian Rp3 juta untuk isian rumah dan Rp5 juta untuk pemulihan ekonomi,” kata Teddy melalui akun Instagram Sekretariat Kabinet, Kamis (25/12).
Ia menjelaskan, bantuan tunai tersebut masih di luar berbagai bantuan sosial lain yang juga diberikan pemerintah kepada korban bencana. Bantuan tambahan tersebut antara lain beras 10 kilogram per bulan, uang lauk-pauk sebesar Rp300.000 hingga Rp450.000 per bulan, pembangunan hunian sementara dan hunian tetap, serta uang tunggu hunian sebesar Rp600.000.
Selain bantuan bagi keluarga terdampak, pemerintah juga menyiapkan santunan bagi korban jiwa dan korban luka akibat bencana. “Untuk korban meninggal dunia sebesar Rp15 juta dan korban luka berat Rp5 juta,” ungkap Teddy.
Dalam pertemuan tersebut, Teddy dan Mensos Saifullah Yusuf juga membahas penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) pada akhir 2025. Teddy menegaskan, penyaluran BLT harus dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.
“BLT reguler sebesar Rp200.000 per bulan serta BLT tambahan selama tiga bulan dengan total Rp900.000 untuk 35 juta kepala keluarga atau sekitar 120 juta jiwa,” katanya.
Seluruh dana bantuan dan santunan akan disalurkan langsung oleh Kementerian Sosial berdasarkan data yang telah diverifikasi dan mendapat persetujuan bupati atau wali kota di daerah terdampak. (*)
Reporter : M. SYA’BAN – JP GROUP
Editor : RATNA IRTATIK