Buka konten ini
TOKYO (BP) – Pemerintah Jepang menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi hingga Maret 2026. Mereka percaya bahwa stimulus yang diberikan bakal mendorong roda ekonomi ke fase yang lebih ekspansif.
Japan Times melaporkan, sejak menjabat sebagai kepala negara 21 Oktober, untuk pertama kalinya Perdana Menteri Jepang Sanae Takaicihi menetapkan proyeksi pertumbuhan ekonomi.
Dalam proyeksi terbaru yang telah dipaparkan, kabinet pemerintah Jepang setuju bahwa pertumbuhan ekonomi Jepang yang berakhir Maret tahun depan akan tumbuh di angka 1,1 persen.
Angka itu naik dibandingkan proyeksi yang diumumkan Agustus silam yakni sebesar 0,7 persen. Salah satu faktor pendorong pertumbuhan itu adalah dampak tarif AS yang ternyata lebih kecil daripada perkiraan.
’’Pertumbuhan untuk tahun fiskal 2026 diperkirakan mencapai 1,3 persen. Proyeksi itu didorong oleh konsumsi serta belanja modal kuat yang bisa mengimbangi kelesuan pasar ekspor,’’ tulis kabinet dalam pernyataan resmi.
Sebelumnya, proyeksi pertumbuhan Jepang pada tahun fiskal 2026 ditetapkan di angka 0,9 persen. Mereka percaya stimulus pajak dan pengendalian inflasi bakal melindungi belanja rumah tangga.
Sebelumnya, November lalu, otoritas Jepang telah menganggarkan sekitar JPY 21,3 triliun untuk paket stimulus. Insentif tersebut antara lain bantuan tunai untuk keluarga dengan anak, subsidi untuk tagihan utilitas rumah, serta beberapa kebijakan fiskal untuk investasi di sektor infrastruktur, akal imitasi, dan produk semikonduktor. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO