Buka konten ini

WASHINGTON (BP) – Elon Musk — pengusaha asal Amerika Serikat yang dikenal sebagai pendiri dan CEO Tesla serta SpaceX — mencatatkan rekor sejarah baru dengan menjadi ”orang pertama di dunia” yang kekayaannya melampaui US$700 miliar atau sekitar Rp12.500 triliun, menurut perhitungan Forbes.
Lonjakan kekayaan Musk terjadi setelah Mahkamah Agung Delaware (Delaware Supreme Court) membatalkan kembali putusan pengadilan tingkat pertama yang sebelumnya membatalkan paket kompensasi opsi saham Tesla tahun 2018 milik Musk — sebuah paket yang kini bernilai sekitar US$139 miliar. Dengan dimasukkannya kembali nilai paket ini dalam perhitungan, kekayaan bersihnya kini tercatat sekitar US$749 miliar.
Forbes mencatat bahwa peningkatan signifikan ini membuat Musk tidak hanya memimpin daftar orang terkaya dunia, tetapi juga memecahkan rekor kekayaan tertinggi dalam sejarah modern.
Sebelumnya, Musk pernah menjadi orang pertama yang kekayaannya melampaui US$600 miliar, terutama didorong oleh kenaikan valuasi perusahaan antariksa miliknya, SpaceX, yang dinilai mencapai sekitar US$800 miliar berdasarkan penawaran saham internal perusahaan tersebut.
Menurut catatan Forbes, kekayaan bersih Musk telah mengalami pertumbuhan luar biasa dalam beberapa tahun terakhir: Pada 2020 sekitar US$24,6 miliar, 2021 melonjak ke atas US$200 miliar, kemudian US$300 miliar, 2024 menembus US$400 miliar dan kemudian US$500 miliar, dan 2025 akhirnya menjadi yang pertama lewat US$600 miliar dan kini lebih dari US$700 miliar.
Perjalanan ini mencerminkan pertumbuhan besar tidak hanya dari saham Tesla tetapi juga dari kepemilikan Musk di SpaceX dan sejumlah perusahaan teknologi lainnya yang dia pimpin.
Selain Tesla dan SpaceX, Musk juga terlibat dalam beberapa perusahaan lain seperti xAI, The Boring Company, dan akuisisi platform media sosial sebelumnya dikenal sebagai Twitter (sekarang X).
Rekor kekayaan Musk bukan hanya indikator kekayaan individual semata, tetapi juga mencerminkan kekuatan kapital pasar, terutama di sektor teknologi dan antariksa. Nilai yang dicapai kini setara atau bahkan melebihi output ekonomi dari sejumlah negara di dunia. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : MUHAMMAD NUR