Buka konten ini

SEKUPANG (BP) – Aksi pengendara motor berknalpot brong kembali meresahkan warga Tiban Indah, Kecamatan Sekupang. Kebisingan yang ditimbulkan dinilai mengganggu kenyamanan masyarakat hingga larut malam, sehingga warga mendesak Polsek Sekupang dan Polresta Barelang segera melakukan penertiban secara tegas dan berkelanjutan.
Keluhan tersebut terutama dirasakan saat waktu ibadah Magrib hingga malam hari. Suara knalpot tidak standar itu kerap terdengar hingga tengah malam, mengusik ketenangan warga yang tengah beribadah maupun beristirahat.
“Kami minta ini diprioritaskan karena sangat mengganggu. Saat orang mau ibadah dan istirahat malam, suara knalpot brong masih saja bising,” ujar Andika, warga Tiban Indah, Jumat (19/12).
Warga juga menyoroti adanya sejumlah titik yang kerap dijadikan tempat berkumpul pengendara motor berknalpot brong. Salah satunya berada di kawasan Tiban Indah yang disebut menjadi lokasi nongkrong hingga tengah malam.
Dampak kebisingan itu tidak hanya dirasakan warga permukiman. Pelaku usaha kuliner di sekitar lokasi mengaku ikut dirugikan akibat pengunjung merasa tidak nyaman dengan suara bising dan aksi kebut-kebutan di jalan.
“Pengunjung jadi terganggu, bahkan ada yang memilih pergi karena suaranya terlalu bising. Ini jelas merugikan usaha kami,” kata Diwan, salah seorang pemilik usaha kuliner.
Tokoh masyarakat setempat pun mendesak aparat kepolisian tidak hanya menindak pengendara, tetapi juga menertibkan bengkel-bengkel yang memodifikasi knalpot menjadi knalpot brong.
Warga berharap penertiban dilakukan secara rutin dan konsisten demi menjaga ketertiban umum, kenyamanan lingkungan, serta mendukung iklim usaha yang aman dan kondusif di kawasan Tiban Indah.
Menanggapi keluhan tersebut, Kapolsek Sekupang Kompol Hippal Tua Sirait memastikan penertiban kendaraan berknalpot brong akan dilakukan secara tegas.
“Kami akan melakukan penertiban terhadap kendaraan yang menggunakan knalpot tidak sesuai standar. Patroli malam juga akan kami tingkatkan, khususnya di titik-titik yang kerap dijadikan tempat berkumpul,” tegasnya. (*)
Reporter : EUSEBIUS SARA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO