Buka konten ini

JAKARTA (BP) – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melakukan pembaruan identitas merek melalui penyegaran logo dan elemen visual. Langkah ini diarahkan untuk memperkuat penetrasi BRI di segmen perkotaan, tanpa mengesampingkan basis bisnis utama di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Komisaris Utama BRI, Kartika Wirjoatmodjo, menegaskan, rebranding tersebut tidak menggeser fokus perseroan. Segmen mikro tetap menjadi fondasi utama bisnis BRI, seiring upaya memperluas layanan ke segmen konsumer dan korporasi.
“Ini bukan soal mengubah arah, melainkan memperluas dan menerjemahkan kembali visi BRI sebagai universal bank,” ujar Kartika atau Tiko di Jakarta, Selasa (17/12).
Menurutnya, pengembangan bisnis BRI disusun dalam ekosistem terintegrasi yang
menghubungkan aktivitas ekonomi desa dan kota. Dengan pendekatan tersebut, BRI ingin hadir di seluruh mata rantai aktivitas ekonomi nasional.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyampaikan, keputusan melakukan rebranding didasari sejumlah hasil riset. Studi tersebut menunjukkan BRI dikenal luas, dipercaya, dan mudah dijangkau. Namun, citra perseroan dinilai masih terlalu kuat dengan kesan kerakyatan, sehingga kurang relevan bagi segmen urban dan generasi muda.
Selain itu, layanan digital BRI dinilai belum cukup aspiratif. Ikatan emosional dengan merek masih terbatas, identitas brand belum sepenuhnya selaras dengan ekspektasi Gen Z, serta terdapat ketidakharmonisan pada beberapa sub-brand. Meski tingkat kesadaran merek tinggi, BRI belum menjadi pilihan utama di segmen urban, khususnya nasabah konsumer dan kelas atas.
“Kami ingin mengubah persepsi, dari bank yang identik dengan masyarakat kecil menjadi bank yang melayani seluruh segmen,” kata Hery.
Sementara itu, Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, menilai perubahan merupakan hal yang tak terelakkan di tengah dinamika kebutuhan konsumen dan ketatnya persaingan. Namun, ia mengingatkan agar rebranding tidak berhenti pada pembaruan visual semata.
“Kekuatan yang dimiliki BRI saat ini harus menjadi modal utama untuk melangkah lebih jauh,” ujarnya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO