Buka konten ini
NONGSA (BP) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim Batam memprakirakan cuaca di Kota Batam masih akan didominasi hujan dalam sepekan ke depan. Hujan diperkirakan turun dengan intensitas ringan hingga sedang dan berpotensi disertai kilat, petir, serta angin kencang, terutama pada siang hingga dini hari.
Forecaster BMKG Hang Nadim Batam, Addini, mengatakan potensi hujan tersebut mencakup seluruh wilayah Kota Batam. Meski demikian, sebaran hujan di tiap kawasan dapat berbeda karena karakter Kepulauan Riau yang terdiri atas pulau-pulau kecil dengan pengaruh faktor lokal yang cukup kuat.
“Untuk wilayah hujan mencakup seluruh Kota Batam. Namun, masyarakat tetap perlu memantau informasi dari kami karena wilayah Kepri bersifat kepulauan dan pulau-pulaunya kecil, sehingga faktor lokal sangat berpengaruh terhadap kondisi cuaca,” ujar Addini.
Ia menjelaskan, kondisi cuaca Batam saat ini dipengaruhi adanya belokan angin atau shearline yang menyebabkan penumpukan massa udara di sekitar wilayah Kepulauan Riau. Selain itu, kelembapan udara pada lapisan atas yang cenderung basah turut meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan.
“Secara umum, cuaca Batam hari ini hingga beberapa hari ke depan diprakirakan hujan dengan intensitas ringan sampai sedang, yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang,” katanya.
BMKG memprediksi kondisi tersebut masih akan berlangsung hingga satu pekan ke depan. Peluang hujan diperkirakan terjadi hampir setiap hari, baik bersifat lokal maupun merata. Tidak ada hari tertentu yang diprediksi menjadi puncak cuaca ekstrem karena pola hujan cenderung fluktuatif dan sangat dipengaruhi kondisi setempat.
Untuk kondisi angin, BMKG mencatat arah angin umumnya bertiup dari Barat Laut hingga Utara dengan kecepatan sekitar 5–15 knot. Sementara itu, ketinggian gelombang laut di perairan Batam dan sekitarnya pada periode 17–20 Desember 2025 masih tergolong rendah, yakni sekitar 0,5–1,25 meter.
Meski demikian, Addini mengingatkan potensi angin kencang dapat terjadi secara tiba-tiba, terutama saat terbentuk awan Cumulonimbus. Namun, durasi angin kencang tersebut biasanya bersifat singkat dan hanya berlangsung dalam hitungan jam.
Kondisi cuaca tersebut berpotensi berdampak pada berbagai sektor, mulai dari aktivitas masyarakat hingga transportasi darat, laut, dan penerbangan, terutama akibat berkurangnya jarak pandang saat hujan lebat disertai angin kencang.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengutamakan keselamatan, khususnya saat beraktivitas di luar ruangan maupun berkendara.
“Masyarakat diharapkan mengurangi kecepatan saat berkendara, menyalakan lampu kendaraan, menjaga jarak aman, serta menjaga kondisi tubuh di musim hujan agar terhindar dari penyakit,” imbaunya.
Sementara itu, Wali Kota Batam yang juga Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, meminta seluruh jajaran pemerintah daerah hingga tingkat kelurahan meningkatkan kewaspadaan serta langkah mitigasi menghadapi potensi bencana alam di tengah cuaca ekstrem pada Desember ini.
Amsakar menyampaikan, berdasarkan paparan BMKG, wilayah Batam saat ini tidak termasuk dalam zona merah bencana. Titik-titik rawan bencana yang dipetakan BMKG berada di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Dari paparan BMKG, titik merah berada di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Alhamdulillah, zona tersebut tidak sampai ke Batam,” ujar Amsakar, Rabu (17/12).
Meski demikian, kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan mengingat tingginya curah hujan yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi. Usai menggelar rapat bersama seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), Amsakar menginstruksikan camat dan lurah untuk melakukan langkah mitigasi secara dini.
“Kita perlu mempertimbangkan cuaca ekstrem di bulan Desember ini, terutama curah hujan. Karena itu, saya minta camat dan lurah melakukan mitigasi terhadap kemungkinan bencana, khususnya banjir dan longsor,” katanya. (*)
Reporter : M SYABAN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO