Buka konten ini

SURABAYA (BP) – Pengembang properti di Surabaya mulai mengatur ulang strategi bisnis demi menjaga performa usaha pada tahun depan. Salah satu langkah yang ditempuh adalah memperkuat pengembangan kawasan komersial, yang dinilai lebih mampu menjaga arus kas di tengah penjualan rumah yang masih bergerak lambat.
Direktur Utama PT Bhakti Tamara, Lodewyk Wattimena, mengungkapkan bahwa perlambatan penjualan hunian masih berlanjut seiring sikap konsumen yang cenderung menahan belanja. “Jika dilihat dari penjualan rumah, realisasi kami masih belum mencapai 80 persen dari target. Namun secara total, pendapatan perusahaan justru sudah melampaui 100 persen,” ujarnya dalam agenda market update di Surabaya, Sabtu (6/12).
Kinerja tersebut ditopang oleh penjualan lahan kepada investor berskala besar. Dalam waktu dekat, perseroan menuntaskan transaksi penjualan lahan seluas 2 hektare yang mampu menutup kekurangan dari penjualan sektor residensial yang belum maksimal.
Di sisi lain, produk premium Organica masih menghadapi tantangan dari sisi serapan pasar. Dari total 25 unit pada tahap awal, baru sekitar setengahnya yang berhasil terjual. Untuk meningkatkan minat, perusahaan gencar memperluas pengenalan merek melalui berbagai kegiatan, salah satunya lomba free-flying macaw. “Target kami, pada semester pertama tahun depan seluruh unit tahap awal bisa terserap,” jelasnya.
Mencermati dinamika pasar, perseroan berencana memacu pengembangan area komersial pada tahun mendatang, seperti fasilitas olahraga dan pusat kuliner di dalam kawasan perumahan. Strategi ini dinilai mampu memberikan pemasukan lebih cepat melalui kerja sama dengan investor. “Memang margin keuntungannya tidak setinggi hunian, tetapi aliran kas lebih terjamin,” kata Lodewyk.
Sementara itu, Marketing Manager Royal Residence, Dina Ariyanti, menegaskan bahwa pengembangan komersial tidak akan menggeser fokus penjualan hunian. Cluster Organica tetap akan dikembangkan dalam tiga tahap dengan total 69 unit. Tahap pertama sudah berjalan, disusul tahap kedua Peanut B sebanyak 23 unit, dan tahap ketiga dengan tambahan 21 unit. (***)
Reporter : JP Group
Editor : PUTUT ARIYO