Buka konten ini

BUPATI Karimun, Iskandarsyah, menyambut baik penegasan Badan Gizi Nasional (BGN) yang mewajibkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) melibatkan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta industri rumah tangga (IRT). Penegasan tersebut sekaligus menghentikan penggunaan makanan instan seperti biskuit atau roti yang diproduksi perusahaan besar.
Menurut Iskandarsyah, kebijakan tersebut sejalan dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2025, khususnya Pasal 38 ayat (1), yang mengamanatkan penyelenggaraan program MBG memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri dan pelibatan UMKM, perseroan perorangan, koperasi, koperasi desa/kelurahan Merah Putih, serta Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
“Kami tentu menyambut baik pernyataan BGN agar dapur SPPG penyedia MBG menggunakan bahan-bahan dari produk UMKM dan IRT. Ini sangat jelas diatur dalam Perpres,” ujar Iskandarsyah kepada Batam Pos, Rabu (17/12).
Ia menilai, pelibatan UMKM dan IRT lokal akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Selain meningkatkan pendapatan pelaku usaha, perputaran uang di daerah juga akan semakin besar.
“Sejak awal, Pemerintah Kabupaten Karimun mendukung penuh program Bapak Presiden. Karena itu, kami mengimbau agar seluruh dapur SPPG di Karimun memanfaatkan produk UMKM dan IRT di wilayah tempat dapur tersebut beroperasi, khususnya produk yang memang tersedia,” katanya.
Iskandarsyah menambahkan, jumlah UMKM di Kabupaten Karimun saat ini sudah mencapai ribuan unit dan tersebar di seluruh kecamatan. Karena itu, ia meminta setiap dapur SPPG memprioritaskan produk lokal sesuai wilayah masing-masing.
“Jika dapur SPPG berada di Kecamatan Karimun, gunakan produk UMKM di kecamatan itu. Begitu juga di Moro, Kundur, dan daerah lainnya, agar ekonomi masyarakat setempat ikut meningkat,” jelasnya.
Ia mencontohkan berbagai produk UMKM dan IRT yang telah dikenal luas, seperti kue bangkit dari Kundur, Moro, Selat Gelam, dan Pulau Karimun, serta kerupuk Moro.
“Saya minta program MBG di setiap kecamatan benar-benar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi hingga ke tingkat desa,” tutup Iskandarsyah. (***)
Reporter : SANDI PRAMOSINTO
Editor : GUSTIA BENNY