Buka konten ini

ANTREAN panjang truk pengangkut sampah kembali mengular di akses masuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Telaga Punggur, Jalan Patimura, Batam, Rabu (17/12), memicu kemacetan dan mengganggu kelancaran lalu lintas di jalur protokol tersebut. Kondisi ini sekaligus menegaskan persoalan pengelolaan sampah yang belum sepenuhnya teratasi di Kota Batam.
Sejak siang hingga sore hari, puluhan truk sampah tampak berderet dari depan hingga seberang pintu masuk TPA. Kendaraan hanya bergerak perlahan dan kerap terhenti cukup lama, membuat arus lalu lintas di Jalan Patimura yang juga menjadi akses menuju Pelabuhan Telaga Punggur—tersendat.
Di tengah antrean, sejumlah petugas kebersihan terlihat turun dari truk. Ada yang duduk di tepi jalan, ada pula yang berteduh di sekitar kendaraan sambil menunggu giliran masuk ke area pembuangan.
Salah seorang sopir truk, Rahmat, mengaku sudah berada di lokasi sejak pagi. Namun hingga siang hari, ia belum juga mendapat kesempatan membuang muatan sampah.
“Hampir setiap hari antre. Hari ini dari siang sampai sekarang belum juga masuk,” ujarnya.
Menurut Rahmat, lamanya antrean disebabkan keterbatasan alat berat di dalam area TPA. Proses bongkar muat dan penataan sampah berjalan lambat karena hanya mengandalkan satu unit alat pengeruk.
“Kalau alatnya terbatas, truk harus menunggu lama. Kami tidak bisa berbuat apa-apa selain menunggu,” katanya.
Ia menyebut antrean panjang bukan kejadian baru. Situasi serupa kerap terjadi hampir setiap hari, meski tidak selalu separah yang dialaminya kali ini.“Biasanya masih agak cepat, tapi hari ini betul-betul padat,” ungkapnya.
Dampak antrean tersebut turut mengganggu ritase pengangkutan sampah. Truk yang biasanya mampu melakukan dua kali pembuangan dalam sehari, terpaksa hanya bisa sekali angkut.
“Waktu habis di sini. Akibatnya, pengangkutan sampah di wilayah lain ikut terlambat,” tambah Rahmat.
Keluhan juga datang dari pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut. Aktivitas keluar-masuk truk sampah membuat kondisi jalan licin dan berlumpur, terutama setelah hujan.
Ibnu, seorang pengendara sepeda motor, mengaku harus menurunkan kecepatan saat melintasi lokasi antrean.
“Jalannya licin, banyak lumpur. Kalau tidak hati-hati bisa jatuh,” katanya.
Warga berharap pengelolaan TPA Telaga Punggur segera dibenahi. Penambahan alat berat serta perbaikan sistem bongkar muat dinilai penting agar antrean truk tidak terus berulang dan aktivitas masyarakat di jalur tersebut kembali lancar.
“Coba lihat jalannya, lumpurnya tebal seperti lintasan offroad. Ini sangat mengganggu,” keluh warga. (***)
Reporter : YASHINTA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO