Buka konten ini

BATAM (BP) – Pemerintah Kota (Pemko) Batam memperingati Hari Jadi Batam (HJB) ke-196 pada Kamis (18/12) ini sebagai momentum refleksi sejarah sekaligus penegasan arah pembangunan kota ke depan. Mengusung tema Unggul dan Berdaya Saing, Batam menatap masa depan sebagai kota industri modern yang inklusif, kompetitif, dan berkeadilan.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan, penetapan Hari Jadi Batam bukanlah keputusan yang diambil secara sederhana. Penentuan tersebut melalui kajian historis yang mendalam dan melibatkan berbagai opsi sejarah.
Ia menjelaskan, terdapat empat alternatif penetapan hari jadi yang pernah dikaji, mulai dari masa awal Otorita Batam, pembentukan Kota Madya Administratif pada 1983, hingga lahirnya Kota Batam sebagai daerah otonom pada 1999.
“Pada akhirnya, penetapan hari jadi merujuk pada dokumen sejarah paling kuat yang diperoleh dari Arsip Nasional, yakni penyerahan Surat Keputusan oleh Sultan Abdurrahman dan Raja Ja’far kepada Raja Isa untuk memimpin wilayah Nongsa beserta rantau takluknya,” ujar Amsakar, Rabu (17/12).
Menurutnya, penetapan tersebut relevan dengan konteks Batam masa kini. Sejak dahulu, Batam telah memiliki posisi strategis sebagai wilayah transit penting, termasuk sebagai tempat persinggahan calon jemaah haji pada masa lampau.
“Saya ingat betul proses perumusannya, karena saat itu saya dipercaya menjadi ketua panitia perumusan Hari Jadi Kota Batam,” kata Amsakar.

Memasuki usia ke-196, Pemko Batam di bawah kepemimpinan Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota, Li Claudia Chandra menetapkan 15 program prioritas sebagai fondasi pembangunan jangka menengah. Program-program tersebut dirancang untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, memperkuat daya saing ekonomi, serta memperluas kesejahteraan sosial masyarakat.
Batam yang selama ini dikenal sebagai kota industri manufaktur terus bertransformasi menjadi kota modern yang ramah investasi dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup. Penyediaan air bersih dan penanganan banjir menjadi prioritas utama. Pemko Batam bersama BP Batam memperkuat jaringan pipa, membangun reservoir, serta menata sistem drainase di sejumlah kawasan, seperti Sagulung, Batuaji, dan Batam Kota.
Di sektor pelayanan publik, program pengobatan gratis bagi warga ber-KTP Batam telah berjalan. Pemerintah juga memberikan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan, serta menyiapkan fasilitas pinjaman tanpa bunga hingga Rp20 juta bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pada bidang pendidikan, Pemko Batam telah menyalurkan seragam sekolah gratis bagi siswa baru jenjang SD dan SMP. Pemerintah juga mulai menguji coba bantuan sosial bagi lanjut usia di enam kecamatan. Pemerataan akses pendidikan diperkuat melalui pembangunan sekolah dan ruang kelas baru, terutama di wilayah hinterland.
Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra menegaskan, pembangunan sumber daya manusia menjadi kunci utama dalam meningkatkan daya saing Batam ke depan.
“Kami mendorong pelatihan tenaga kerja, penguatan industri kreatif, serta perluasan beasiswa bagi mahasiswa hinterland dan siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Tidak boleh ada warga Batam yang tertinggal,” ujar Li Claudia.
Investasi Tumbuh, Lapangan Kerja Meningkat
Di sektor ekonomi, Batam semakin mengukuhkan posisinya sebagai kota investasi dan destinasi meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE). Sepanjang triwulan I hingga triwulan III 2025, realisasi investasi Batam menunjukkan tren positif dengan nilai mencapai Rp33,66 triliun atau 91 persen dari target tahunan sebesar Rp36,9 triliun.
Capaian tersebut meningkat 74,94 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan signifikan ini didorong oleh peningkatan penanaman modal dalam negeri dan penanaman modal asing, masing-masing mencapai Rp15,03 triliun.
Lima sektor penyumbang investasi terbesar meliputi jasa lainnya, listrik, air, dan gas, industri mesin dan elektronik, perumahan serta kawasan industri, serta perdagangan dan reparasi. Dampak positifnya, Batam mencatat penyerapan tenaga kerja baru sebanyak 51.939 orang pada periode Juli–September 2025.
Amsakar menegaskan, seluruh capaian tersebut merupakan hasil tata kelola pemerintahan yang kolaboratif antara Pemko Batam, BP Batam, dan dunia usaha.
“Batam dibangun melalui kolaborasi, inovasi, dan hasil nyata,” tegasnya.
Batam Melangkah Pasti
Hingga akhir Oktober 2025, sejumlah program sosial dan pendidikan telah terealisasi. Sementara itu, proyek strategis seperti transportasi publik terintegrasi BRT–LRT, penyediaan air bersih, serta pengelolaan sampah berbasis waste to energy menjadi fokus utama pada 2026.
Menutup rangkaian peringatan HJB ke-196, Amsakar menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga konsistensi pelayanan publik dan kepastian berusaha.
“Setiap kebijakan kami arahkan agar memberi dampak langsung bagi masyarakat dan dunia usaha. Dengan sinergi seluruh elemen, Batam akan terus tumbuh sebagai kota industri kelas dunia yang unggul dan berdaya saing,” pungkasnya. (*)
Reporter : ARJUNA
Editor : RATNA IRTATIK