Buka konten ini

LINGGA (BP) – Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) Kelapa Kabupaten Lingga kembali melakukan ekspor cocopeat ke Tiongkok. Pada pengiriman kedua ini, sebanyak 24 ton cocopeat diberangkatkan dari Sentra IKM Kelapa yang berada di bawah naungan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (DisperindagKop UMKM) Kabupaten Lingga dan dikelola Koperasi Cahaya Selingsing Mandiri di Desa Resang, Kecamatan Singkep Pesisir.
Pengiriman dilakukan pada Selasa (16/12) menggunakan dua unit mobil ekspedisi melalui kapal roro menuju Batam, dan selanjutnya diekspor ke Tiongkok.
Pelaksana Tugas Kepala DisperindagKop UMKM Kabupaten Lingga, Febrizal Taufik, mengatakan, untuk pengiriman kedua ini dibutuhkan waktu produksi selama 15 hari.
“Setelah ekspor pertama, dibutuhkan jeda sekitar 15 hari produksi untuk menghasilkan 24 ton cocopeat. Ke depan, dalam satu bulan diperkirakan bisa dilakukan dua kali ekspor dengan total sekitar 50 ton per bulan,” ujar Febrizal, Rabu (17/12).
Ia berharap ekspor cocopeat ini menjadi pintu pembuka bagi produk-produk lain dari Sentra IKM Kelapa Kabupaten Lingga untuk menembus pasar internasional.
“Tidak menutup kemungkinan produk lain seperti coco fiber dan turunan kelapa lainnya juga dapat menembus pasar ekspor,” katanya.
Febrizal menambahkan, meningkatnya permintaan dari pasar internasional akan berdampak pada kebutuhan tenaga kerja tambahan.
“Ini tentu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Kabupaten Lingga, khususnya warga Desa Resang. Dengan adanya aktivitas produksi di sentra IKM kelapa ini, perekonomian masyarakat diharapkan ikut terbantu,” tutupnya. (*)
Reporter : VATAWARI
Editor : GUSTIA BENNY