Buka konten ini
SEIBEDUK (BP) – Lampu penerangan jalan umum (PJU) di kawasan Bukit Kemuning, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam, mati total sejak Senin (15/12) malam, sehingga menimbulkan kekhawatiran warga karena rawan kecelakaan dan tindak kejahatan.
Padamnya lampu jalan tersebut membuat pengendara yang melintas harus ekstra waspada, terutama karena kontur jalan yang menanjak dan berkelok melewati kawasan perbukitan.
Thamrin, warga setempat, mengatakan kondisi jalan yang gelap sangat membahayakan pengguna jalan. Tanpa penerangan, pengendara berisiko kehilangan kendali, terlebih saat hujan atau jarak pandang terbatas.
“Jalan di sini menanjak dan melewati bukit, tapi lampu padam. Kalau tidak hati-hati, bisa masuk jurang,” ujarnya.
Selain rawan kecelakaan, Thamrin menilai kondisi gelap juga berpotensi dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk beraksi, seperti begal atau perampasan terhadap pengendara yang melintas pada malam hari.
“Harapan kami lampu ini segera diperbaiki. Jalan ini akses utama warga,” katanya.
Keluhan serupa juga disampaikan warga di kawasan Bagan, Tanjung Piayu. Di wilayah tersebut, lampu jalan kerap padam dan bahkan tidak berfungsi sejak tahun lalu.
Rio, warga Tanjung Piayu, menyebut kondisi gelap gulita kerap terjadi setiap malam. Bahkan, di kawasan Simpang ATB belum terdapat penerangan jalan sama sekali.
“Kalau malam, kawasan Tanjung Piayu gelap gulita. Di Simpang ATB bahkan belum ada lampu jalan,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah segera melakukan perbaikan sekaligus menambah fasilitas penerangan jalan di wilayah Sei Beduk. Menurutnya, penerangan jalan sangat penting untuk menunjang aktivitas masyarakat pada malam hari.“Kami juga minta polisi lebih sering berpatroli selama kondisi masih gelap, supaya warga merasa aman,” kata Rio.
Menanggapi keluhan tersebut, Kapolsek Sei Beduk, Iptu Alex Yasral, memastikan pihaknya akan menindaklanjuti laporan warga. Kepolisian, kata dia, akan meningkatkan patroli di kawasan yang minim penerangan.
“Patroli akan kami tingkatkan. Keluhan warga ini juga akan kami sampaikan ke pihak terkait agar PJU segera diperbaiki,” ujarnya. (*)
Reporter : Yofi Yuhendri
Editor : GALIH ADI SAPUTRO