Buka konten ini
SURABAYA (BP) – Segmen entry level masih mendominasi industri ponsel pintar di Indonesia. Segmentasi yang masih lebar itu menjadi banyak incaran para produsen untuk menawarkan produk dengan mengedepankan spesifikasi yang tangguh.
Public Relations Lead realme Indonesia Krisva Angnieszca menjelaskan, tak bisa diingkari bahwa segmen entry level di kisaran harga Rp 2 juta – 3 juta masih menjadi kue terbesar untuk pasar tanah air. Penurunan daya beli membuat masyarakat banyak memilih produk di rentang harga tersebut. ’’Dari sana, kami mengembangkan produk yang pasti diminati,’’ tegasnya saat peluncuran Realme C85 di Surabaya akhir pekan lalu (13/12).
Dari pemetaan yang dilakukan, dia merasa salah satu aspek terpenting dari produk entry level adalah ketahanannya. Hal itu makin dibutuhkan untuk pekerja lapangan seperti driver ojek online atau pekerja pabrik. ’’Karena itu, kami terus meningkatkan standar ketangguhan produk. Misalnya, untuk ponsel entry level terbaru kami yang bahkan tahan air panas,’’ tegasnya.
Tertekan Daya Beli
Head of Las Vegas Mobile Store Herry Ramba menjelaskan, kondisi persaingan ritel ponsel makin ketat dengan pelemahan daya beli masyarakat. ’’Kebanyakan konsumennya merupakan milenial dan gen z,’’ ujarnya.
Untuk merebut pasar, peritel bahkan harus menerapkan berbagai strategi yang cocok untuk kelompok konsumen. Salah satunya, untuk terus mempertahankan jaringan offline mereka. Meski belanja online terus meroket, dia menegaskan bahwa masyarakat yang ingin membeli ponsel tetap harus menyentuh produk untuk yakin dalam membeli. ’’Konsumen rupanya masih ingin merasakan produk sebelum membeli ponsel,’’ tuturnya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO