Buka konten ini
BATUAJI (BP) – Seorang bocah laki-laki berinisial SF, 8 tahun, tewas tenggelam saat berenang di kolam bekas galian proyek di lahan kosong sebelah Kantor Lurah Kibing, Kecamatan Batu Aji, Batam, Minggu (14/12) sekitar pukul 10.20 WIB. Jasad korban ditemukan di dasar kolam dengan kedalaman sekitar dua meter.
Berdasarkan keterangan ibu kandung korban, Arbaiyah, kepada warga sekitar, SF berpamitan keluar rumah sejak pukul 06.30 WIB untuk jogging bersama lima temannya menuju kawasan Top 100 Tembesi. Bocah yang merupakan siswa SD Negeri 02 Batam itu sempat kembali ke rumah untuk meminta uang jajan kepada kakak kandungnya sebesar Rp5.000 sebelum pergi lagi.
Kecurigaan mulai muncul ketika salah satu orang tua teman korban melihat anaknya pulang dalam keadaan ketakutan. Setelah ditanya, anak tersebut mengaku bahwa SF tenggelam di kolam bekas galian.
“Kecurigaan muncul dari orang tua teman korban yang melihat anaknya pulang ketakutan. Setelah ditanya, anak tersebut mengaku SF sudah tenggelam,” ujar Rinto, warga sekitar.
Mendapatkan informasi tersebut, para orang tua dan warga langsung mendatangi lokasi kejadian. Mereka menyisir kolam hingga sekitar 10 meter dari tepian. Tak lama kemudian, tubuh korban ditemukan di dasar kolam.
Korban sempat dilarikan ke RS Awal Bros Batu Aji. Namun, nyawanya tidak tertolong. “Korban langsung dibawa ke RS Awal Bros dan dinyatakan meninggal dunia,” kata Rinto.
Diketahui, lokasi kejadian merupakan bekas galian proyek pematangan lahan milik PT Tembesi Indah Makmur yang sudah terbengkalai hampir dua tahun. Galian tersebut kini menjadi kolam genangan air tanpa pembatas atau tanda peringatan, sehingga dinilai membahayakan warga sekitar.
“Sudah hampir dua tahun galian ini dibiarkan. Memang berbahaya karena tidak ada larangan atau pembatas,” ungkap Rinto.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Batu Aji Iptu Andy Pakpahan membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan telah mendatangi lokasi kejadian dan memastikan korban berada di RS Awal Bros Batu Aji.
“Benar, korban ditemukan di kolam galian dan meninggal dunia,” ujarnya singkat. (*)
Reporter : Yofi Yuhendri
Editor : GALIH ADI SAPUTRO