Buka konten ini

TIM bulu tangkis beregu putra Indonesia kembali mengibarkan Merah Putih di podium tertinggi setelah memastikan medali emas SEA Games 2025 lewat kemenangan telak 3-0 atas Malaysia. Laga final yang digelar di Thammasat University Rangsit Campus, Pathum Thani, Bangkok, Rabu (10/12) sore, menjadi panggung dominasi skuad Garuda.
Alwi Farhan membuka kemenangan Indonesia dengan performa menawan. Tunggal putra peringkat 17 dunia itu menumbangkan Leong Jun Hao dua gim langsung, 21-12 dan 21-19. Kemenangan tersebut terasa spesial bagi Alwi yang sempat tertinggal 6-11 di interval gim kedua, sebelum bangkit dan mengamankan poin pertama.
“Alhamdulillah, saya bersyukur kepada Allah SWT. Semoga kemenangan ini bisa membalas kekalahan saya kemarin,” ujar Alwi, yang sebelumnya tersingkir di semifinal oleh Loh Kean Yew.
“Pastinya saya ingin menunjukkan pride membawa nama Indonesia. Sebagai bangsa besar, kita harus punya mentalitas luar biasa,” tambahnya dalam rilis PP PBSI.
Kemenangan Alwi membuat kepercayaan diri Indonesia melambung. Di partai kedua, ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani tampil garang menghadapi Aaron Chia/Soh Wooi Yik—pasangan peraih dua medali perunggu Olimpiade 2021 (2022) dan 2024. Sabar/Reza menang meyakinkan 21-12, 21-12, membawa Indonesia unggul 2-0.
Dengan posisi di atas angin, Indonesia menurunkan Moh Zaki Ubaidillah di partai ketiga. Bermain lepas tanpa beban, Ubed—sapaan akrabnya—menguasai jalannya pertandingan melawan Justin Hoh. Ia hanya membutuhkan 40 menit untuk menang 21-12, 21-14 dan memastikan kemenangan bersih 3-0 untuk Indonesia.
Selain mempertahankan emas beregu putra yang diraih pada SEA Games 2023 di Kamboja, kemenangan ini juga menjadi emas keempat kontingen Indonesia di SEA Games 2025, setelah sebelumnya datang dari cabang taekwondo, kano, dan petanque.
Beregu Putri Gagal Pertahankan Asa Emas
Berbeda dengan tim putra, tim beregu putri Indonesia harus puas membawa pulang medali perak setelah kalah 1-3 dari Thailand pada final di Gymnasium 4 Thammasat University, kemarin (10/12).
Indonesia sebenarnya membuka harapan lewat kemenangan Putri Kusuma Wardani yang mengalahkan Pornpawe Chochuwong 21-8, 13-21, dan 21-16. Namun Thailand menyamakan kedudukan setelah ganda Benyapa Aimsard/Supissara Paewsampran menang atas Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum 18-21, 21-11, dan 21-18.
Thailand berbalik unggul 2-1 setelah Gregoria Mariska Tunjung tumbang 7-21, 16-21 dari mantan juara dunia Ratchanok Intanon. Kekalahan Indonesia dipastikan pada partai keempat, ketika Ornnicha Jongsathaporparn/Jhenicha Sudjaipraparat menang 21-19 dan 21-18 atas Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari.
“Ratchanok bermain sangat rapi hari ini. Tidak banyak membuat kesalahan dan bermain aman. Saya kecewa dengan hasil pribadi karena dua hari ini jauh dari kata lumayan. Tapi saya bersyukur masih diberi kesehatan,” ujar Gregoria.
Febriana juga mengakui kesedihannya. “Kami cukup sedih karena tidak bisa menyumbangkan poin untuk Indonesia. Banyak pelajaran yang bisa kami ambil,” ucapnya. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO