Buka konten ini

GRESIK (BP) – PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) melalui entitas afiliasinya, PT Orela Shipyard, resmi meluncurkan program ESG (environmental, social, and governance) bertajuk Sinar Alam Laut (Sinala). Program energi baru terbarukan (EBT) itu dirancang untuk meningkatkan produktivitas dan keamanan budidaya perikanan. Lokasi implementasi perdana berada di Desa Ngemboh, Kecamatan Ujung Pangkah, Kabupaten Gresik.
Sinala memanfaatkan teknologi floating photovoltaic (FPV) sebagai sumber energi utama untuk menyalakan lampu nusantara (Lamusa), sistem CCTV, serta perangkat IoT di keramba apung. Inovasi itu hadir sebagai solusi atas dua persoalan utama pembudidaya.
Yakni, tingginya tingkat kematian ikan akibat minimnya pakan alami dan maraknya kasus pencurian di area keramba.
“ELPI memberikan dukungan secara afiliasi untuk merealisasikan program ini. Kami ingin memberikan dampak positif bagi lingkungan dan komunitas,” ujar Corporate Secretary ELPI, Wawan Heri Purnomo, kemarin (10/12).
Direktur Utama Orela Shipyard, Soegeng Riyadi, menyebutkan, Sinala merupakan terobosan teknologi maritim yang relevan dengan kebutuhan masyarakat pesisir. Program yang kini berjalan di Desa Ngemboh dan Dusun Cabean itu menjadi hasil sinergisetelah riset lima tahun. “Pemanfaatan energi surya ini akan meningkatkan efisiensi nelayan sekaligus menghemat bahan bakar. Ke depan, program akan diperluas ke wilayah lain.
Kami berharap dukungan banyak pihak agar program ini makin kuat,” ujarnya.
Ketua Peneliti ITS Dr Erna Setyaningrum menjelaskan, Sinala lahir dari kebutuhan nelayan terhadap sumber energi alternatif.
“Melalui Sinala, kami mendorong penghematan BBM sekaligus peningkatan produksi ikan melalui Lamusa yang menarik plankton sebagai pakan alami,” bebernya.
Sistem ini juga diperkuat dengan CCTV berbasis IoT dan machine learning untuk meminimalkan pencurian. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO