Buka konten ini

ANAMBAS (BP) – Ketersediaan bahan pokok di Kabupaten Kepulauan Anambas hingga kini masih tergolong aman meski wilayah tersebut tengah dilanda cuaca buruk. Pantauan di Pasar Tarempa pada Rabu (10/12) menunjukkan berbagai komoditas seperti cabai, bawang, tomat, dan sayuran masih tersedia di lapak pedagang.
Para pedagang mengaku belum mengalami kekosongan stok. Namun, mereka tidak dapat memastikan ketersediaan tersebut mampu bertahan hingga akhir tahun jika cuaca ekstrem terus berlangsung.
“Stok kita masih ada, cuma saya tak bisa jamin bakal cukup sampai akhir tahun ini,” ujar Siti, pedagang sayuran.
Ia menjelaskan, pasokan barang dagangannya berasal dari Kijang dan Pontianak, Kalimantan Barat. Pengiriman terakhir tiba pada akhir November dengan jumlah cukup besar sebagai persiapan menghadapi potensi gangguan distribusi.
“November lalu memang saya pesan banyak. Persiapan kalau angin kencang, jangan sampai barang putus,” kata Siti.
Yanti, pedagang bumbu rempah, juga menyampaikan hal serupa. Menurutnya, bahan dasar untuk bumbu olahan masih terpenuhi dan belum ada tanda-tanda kekurangan.
“Kita beli bahan sama pedagang di sini juga. Baru diolah jadi bumbu rempah,” ujarnya.
Meski stok relatif aman, harga sejumlah kebutuhan pokok mulai merangkak naik. Kenaikan terjadi secara bertahap sejak kapal distribusi tidak bisa berlayar akibat cuaca buruk.
“Harga sih mulai naik, ya biasalah. Walau barang tersedia, kalau angin kencang, harga pun ikut naik,” tutur Yanti.
Beberapa harga komoditas yang naik antara lain cabai merah dari Rp90 ribu menjadi Rp110 ribu per kilogram, serta bawang merah yang sebelumnya Rp32 ribu kini mencapai Rp45 ribu per kilogram. Sementara itu, sebagian sayuran masih relatif stabil.
Para pedagang berharap cuaca segera membaik agar distribusi kembali lancar dan harga dapat kembali normal. (*)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GUSTIA BENNY