Buka konten ini

BATAM (BP) – BP Batam resmi meluncurkan aplikasi Manajemen Talenta Batam (MANTAB) dalam sebuah seremoni di Balairungsari, Senin (8/12). Platform digital tersebut dirancang menjadi jembatan antara pencari kerja dan perusahaan, sekaligus instrumen baru untuk menekan angka pengangguran Batam yang masih berada di level 7,68 persen.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menjelaskan bahwa MANTAB merupakan bagian dari strategi besar lembaganya agar pertumbuhan investasi dan ekonomi daerah selaras dengan peningkatan penyerapan tenaga kerja.
“Ini aplikasi yang menghubungkan para pencari kerja dengan manajemen perusahaan sehingga proses rekrutmen lebih tepat sasaran. Sejak awal, perusahaan bisa melihat kandidat dengan kompetensi yang sesuai,” ujarnya.
Ia menyebut, kondisi ekonomi Batam pada triwulan II dan III tahun ini menunjukkan performa impresif. Realisasi investasi telah mencapai Rp54,74 triliun atau 91 persen dari target Rp60 triliun. Pertumbuhan ekonomi pun terus naik, dari 6,66 persen pada triwulan II menjadi 6,89 persen pada triwulan III.
Namun keberhasilan tersebut belum berbanding lurus dengan penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT).
“Pertumbuhan investasi dan ekonomi tidak otomatis menurunkan TPT. MANTAB kita harapkan menjadi salah satu solusi untuk mengurai kompleksitas persoalan ketenagakerjaan di Batam,” jelas Amsakar.
Ia menegaskan, upaya menekan TPT membutuhkan kerja kolektif lintas pemangku kepentingan. Ada sejumlah faktor yang membuat kesempatan kerja belum terserap optimal, mulai dari transformasi industri yang bergeser dari padat karya menjadi padat modal, tingginya arus migrasi akibat aksesibilitas Batam, hingga pelatihan tenaga kerja yang masih terbatas.
“Kami, Amsakar dan Li Claudia, tidak bisa bekerja sendiri. Kita harus bersinergi. MANTAB adalah ikhtiar bersama untuk menghadirkan solusi konkret,” katanya.
Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, turut menyoroti paradoks yang kini dihadapi Batam: investasi dan ekonomi tumbuh pesat, namun angka pengangguran tetap tinggi.
“Peluncuran MANTAB ini sejalan dengan pesatnya pertumbuhan Batam. Ada paradoks besar, investasi dan ekonomi tumbuh luar biasa, tapi tenaga kerja belum sepenuhnya menjawab tantangan yang ada,” ujarnya.
Fary mencatat, TPT Batam berada di posisi 7,69 persen, atau sekitar 3 persen lebih tinggi dari rata-rata nasional yang berada di angka 4,82 persen. Kondisi ini menegaskan perlunya mekanisme yang lebih efektif untuk mempertemukan kebutuhan industri dengan kompetensi tenaga kerja lokal. (*)
Reporter : ARJUNA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO