Buka konten ini

KARIMUN (BP) – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjungbalai Karimun mengambil langkah cepat dalam mengantisipasi potensi cuaca ekstrem di wilayah perairan setempat. Sejak akhir November 2025, KSOP secara resmi telah mengeluarkan Navigational Warning atau Maklumat Pelayaran yang ditujukan kepada seluruh operator perusahaan pelayaran di wilayah kerjanya.
Kepala KSOP Kelas I Tanjungbalai Karimun, Captain Supendi, yang dikonfirmasi Batam Pos, Kamis (4/12) mengatakan, penerbitan maklumat ini merupakan bentuk peringatan dini dan langkah antisipasi demi keselamatan pelayaran. ’’Maklumat ini adalah peringatan untuk semua operator pelayaran yang ada di wilayah kerja kita. Keselamatan adalah prioritas utama, terutama menjelang dan selama masa yang berpotensi cuaca ekstrem,’’ ujarnya.
Perlu diketahui, katanya, KSOP Kelas I Tanjungbalai Karimun juga berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Hal ini dilakukan sebagai upaya memonitor kondisi cuaca secara akurat. BMKG sebagai badan yang memiliki kelengkapan alat dalam melihat kondisi cuaca. Sehingga, setiap siara cuaca yang keluar dari BMKG bisa jadi pedoman untuk pelayaran.
’’Setiap ada broadcast atau siaran informasi cuaca dari BMKG, maka kami teruskan secara berkala ke perusahaan atau operator pelayaran. Sehingga, dapat disampaikan kepada nakhoda kapal. Termasuk juga kita mengirimkan siaran informasi cuaca ke pos-pos penjagaan KSOP. Dengan demikian, semua pihak dapat mengetahui kondisi cuaca terkini. Bahkan, setiap ada update atau pembaharuan kondisi cuaca dari BMKG akan langsung kami sampaikan kepada seluruh stakeholder terkait,’’ papar Supendi.
Berdasarkan prediksi BMKG, lanjut Supendi, potensi cuaca ekstrim untuk wilayah Kabupaten Karimun diperkirakan berlangsung mulai Kamis (4/12) hingga Rabu (10/12). Terkait hal ini, KSOP Kelas I Tanjungbalai Karimun meningkatkan intensitas pemeriksaan terhadap kapal-kapal penumpang. Pemeriksaan rutin ini bertujuan memastikan bahwa setiap kapal yang akan mengangkut penumpang benar-benar layak berlayar.
’’Tujuannya tidak lain untuk menjamin keselamatan seluruh penumpang dan kru kapal sampai di tujuan. Para nakhoda kapal juga diminta untuk selalu waspada, memonitor kondisi cuaca di daerah tujuan dan memastikan perangkat radio komunikasi di kapal berfungsi dengan baik. Karena, keselamatan pelayaran merupakan yang utama,’’ jelasnya.
Meski demikian, sambung Supendi, memasuki hari pertama (Kamis, red) kondisi cuaca terpantau bagus, meski diselimuti mendung. Dan, untuk penundaan keberangkatan kapal penumpang tidak ada pada hari ini (Kamis). Namun, beberapa hari lalu memang ada kapal penumpang yang ditunda disebabkan kondisi cuaca memang buruk. Namun, penundaan dilakukan hanya beberapa jam saja atau tidak sampai satu hari. Intinya, KSOP akan memprioritaskan keselamatan dan tidak akan mengizinkan keberangkatan jika berpotensi membahayakan. (*)
Reporter : SANDI PRAMOSINTO
Editor : Iman Wachyudi