Buka konten ini

BANDA ACEH (BP) – Bantuan pangan untuk korban banjir dan longsor di Aceh masih tersendat. Badan Pangan Nasional (Bapanas) melaporkan, dari total stok 14.721,29 ton beras yang disiapkan untuk Aceh, baru 24 persen yang berhasil disalurkan karena banyak jalur distribusi masih terputus.
Deputi III Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto, memaparkan hal itu dalam rapat koordinasi di Posko Tanggap Darurat Bencana Aceh, Rabu (3/12).
Total stok tersebut termasuk bantuan pangan dua bulan (Oktober–November) sebesar 12.495,12 ton dan tambahan minyak goreng sebanyak 2.449.024 liter.
Sesuai instruksi Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman yang juga Menteri Pertanian, seluruh bantuan harus segera didistribusikan.
“Baru terealisasi 24 persen karena hambatan distribusi. Mudah-mudahan kendala ini segera teratasi sehingga bantuan bisa diterima seluruhnya. Targetnya mengacu pada data titik sebar dari Kementerian Sosial,” ujarnya kepada Harian Rakyat Aceh (Batam Pos Group).
Andriko menambahkan, pihaknya sudah menyetujui usulan bantuan 1.797,88 ton yang akan ditambah hingga 3.000 ton. Untuk setiap tiga titik wilayah dialokasikan sekitar 10.000 ton. Dengan alokasi 3.000 ton saat ini, masih ada sekitar 7.000 ton yang dapat digunakan untuk kebutuhan tanggap darurat selama 14 hari. Jika belum cukup, pemerintah membuka peluang penambahan.
Aceh juga memiliki Cadangan Pangan Pemerintah Aceh (CPP) 187,10 ton dan cadangan kabupaten/kota 241,19 ton, total sekitar 428 ton. Namun realisasi penyaluran baru 20 ton.
“Cadangan itu titipan pemprov dan pemkab di Bulog, bisa diminta sewaktu-waktu, tidak hanya untuk bencana,” ujarnya.
Ia menegaskan, percepatan distribusi membutuhkan penugasan resmi dari Pemerintah Aceh agar prosesnya lebih cepat. Bapanas juga telah meminta jajaran Bulog siaga penuh.
“Hambatannya memang akses jalan,” kata Andriko.
Selain bantuan beras, Kementerian Pertanian dan Bapanas sudah mengumpulkan donasi sekitar Rp80 miliar untuk Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.
Bantuan non-beras dijadwalkan diberangkatkan melalui laut dari Lhokseumawe.
“Sesuai arahan Presiden Prabowo, jangan ada hambatan terkait pangan karena ini kebutuhan paling mendesak,” ujarnya.
Bantah Isu Temuan Mayat Satu Truk
Pemerintah Aceh menepis isu soal temuan mayat satu truk di Aceh Tamiang. Sekda Aceh, M. Nasir menegaskan informasi tersebut belum terverifikasi dan berpotensi menimbulkan kepanikan.
“Hingga Rabu (3/12), tidak ada laporan temuan jenazah dalam jumlah besar seperti yang beredar. Kita harus menenangkan masyarakat,” katanya kepada Harian Rakyat Aceh.
Nasir menyebutkan, laporan Wakil Menteri Sosial yang berada di Aceh Tamiang menunjukkan situasi di wilayah kota relatif terkendali. Evakuasi korban masih berlangsung di sejumlah titik.
“Memang ada beberapa korban meninggal dan sudah dievakuasi. Data terus diperbarui. Untuk seluruh Aceh, saat ini ada 305 korban meninggal,” ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi logistik di Aceh Tamiang kini lebih baik setelah bantuan Kemensos berhasil masuk melalui jalur darat dari Sumatra Utara.
Sebelumnya, wilayah itu berada dalam status “SOS” hingga bantuan diprioritaskan masuk lebih dahulu.
BPKH Salurkan Bantuan Rp3 Miliar
Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) juga bergerak cepat menyalurkan bantuan program tanggap bencana sebesar Rp3.029.100.000. Dana tersebut bersumber dari nilai manfaat Dana Abadi Umat (DAU) yang memang dialokasikan untuk kegiatan kemaslahatan.
Kepala Badan Pelaksana BPKH, Fadlul Imansyah, menyampaikan bahwa bantuan itu adalah amanah umat yang harus segera dirasakan manfaatnya oleh korban bencana.
“Ini bukan sekadar bantuan materi, tetapi pesan solidaritas dari jutaan jemaah haji dan masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Bantuan tersebut disalurkan dalam bentuk logistik seperti paket sembako, hygiene kit, selimut dan alas tidur, kebutuhan ibu dan bayi, peralatan kebersihan, dan perlengkapan lainnya.
Anggota Badan Pelaksana BPKH, Sulistyowati, menegaskan pentingnya sinergi dengan pemerintah daerah dan mitra kemaslahatan agar distribusi cepat dan tepat sasaran.
“Harapan kami, bantuan ini dapat meringankan beban dan mempercepat pemulihan warga,” ujarnya.
Ia juga mengimbau berbagai kalangan untuk terus membantu korban bencana. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RATNA IRTATIK