Buka konten ini

BATAM KOTA (BP) – Penantian panjang warga Perumahan Central Hills, Batam Center, untuk mendapatkan lahan pembangunan masjid akhirnya terjawab. Setelah hampir satu tahun memperjuangkan kejelasan lokasi rumah ibadah, kepastian itu datang melalui peninjauan langsung Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, ke kawasan PL PT Menteng Griya Lestari, Rabu (3/12).
Kunjungan tersebut menjadi momentum penting bagi warga yang selama ini belum memperoleh kepastian penyediaan lahan masjid di lingkungan seluas 55 hektare itu.
Amsakar hadir bersama Kepala Dinas Perkimtan Batam, Eryudhi Apriadi; Direktur Pengelolaan Lahan BP Batam, Harlas Buana; serta tim teknis dari kedua instansi untuk meninjau titik lahan yang diusulkan sebagai lokasi pembangunan.
Upaya mencari solusi ditempuh dengan mempertemukan Pemerintah Kota Batam, BP Batam, dan pihak pengembang. Di hadapan Amsakar, Pimpinan Central Group Batam, Merry Muljadi, menyatakan kesediaan perusahaan menghibahkan lahan sekitar 1.300 meter persegi bagi pembangunan masjid warga Central Hills.
Kesepakatan itu menjadi jawaban atas kegelisahan masyarakat yang setahun terakhir mendambakan hadirnya fasilitas ibadah di lingkungan mereka. Amsakar mengapresiasi komitmen pengembang dan menegaskan pentingnya penyediaan rumah ibadah dalam mendukung kehidupan sosial yang harmonis.
“Ini kebutuhan mendesak bagi masyarakat. Kita ingin lingkungan yang rukun, nyaman, dan toleran, sesuai kehidupan harmonis yang selama ini dijaga di Batam,” ujarnya.
Momen ini juga bertepatan dengan capaian Batam sebagai penerima Penghargaan Indeks Harmoni Indonesia 2025 dari Kementerian Dalam Negeri. Menurut Amsakar, penyelesaian persoalan lahan masjid Central Hills menjadi bagian dari upaya mempertahankan kerukunan yang menjadi kekuatan kota.
Ia meminta BP Batam dan Pemko Batam menyelesaikan administrasi hibah secepat mungkin. “Kalau bisa dua minggu selesai, sehingga lahan ini dapat dimanfaatkan dan warga sudah bisa salat tarawih Ramadan tahun depan,” katanya.
Bagi warga, peninjauan itu menjadi titik balik perjuangan. Ketua Perjuangan Pendirian Masjid Central Hills, Daeng Harianto, mengaku bersyukur atas kepastian yang akhirnya datang.
“Kurang lebih satu tahun perjuangan kami. Alhamdulillah, hari ini menjadi momen yang membahagiakan bagi kami semua. Terima kasih Pak Amsakar sudah turun langsung menyelesaikan aspirasi kami,” ujarnya.
Daeng memastikan warga akan segera memulai pembangunan begitu proses hibah rampung. Targetnya, konstruksi tahap awal seperti lantai dan atap sudah dapat digunakan untuk ibadah Ramadan mendatang.
“Insya Allah, peletakan batu pertama nanti Pak Amsakar hadir. Ini kebahagiaan bagi kita semua,” katanya.
Setelah setahun menanti, warga Central Hills akhirnya pulang dengan harapan baru: sebidang lahan tempat masjid pertama di lingkungan mereka akan segera berdiri. (***)
Reporter : ARJUNA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO