Buka konten ini

AUSTRALIA (BP) – Australia tengah menghadapi krisis perumahan serius dalam beberapa tahun terakhir, ditandai kenaikan harga rumah dan keterbatasan hunian. Harapan baru muncul melalui robot konstruksi berbentuk laba-laba bernama Charlotte, yang mampu membangun rumah dengan cepat dan efisien.
Melansir ABC News, Rabu (3/12/2025), Charlotte merupakan robot semiotonom yang memadukan teknologi robotika dan pencetakan 3D untuk membangun struktur rumah. Teknologi ini dirancang membantu mempercepat penyediaan hunian sekaligus mengurangi dampak lingkungan.
Charlotte mampu mencetak struktur bangunan menggunakan material konstruksi berkelanjutan, sehingga menekan limbah. Direktur pendiri Crest Robotics, Clyde Webster, menyebut Charlotte sebagai “pencetak 3D berskala besar yang dapat mencetak rumah dari bahan ramah lingkungan”.
Dengan teknologi cetak 3D tersebut, Charlotte dapat bekerja secepat lebih dari 100 tukang batu secara bersamaan. Selain efisiensi waktu, robot ini juga menekan biaya konstruksi dan mengurangi emisi karbon dari proses pembangunan konvensional.
Tidak hanya untuk kebutuhan di Bumi, Charlotte juga dirancang untuk konstruksi dalam eksplorasi Bulan. “Dengan mengembangkan teknologi ini di lingkungan ekstrem seperti ruang angkasa, kita justru membuat penyelesaian masalah di Bumi menjadi lebih mudah,” ujar Dr. Clyde Webster.
Pengembangan Charlotte turut didukung pemerintah New South Wales melalui program Space+, yang mendorong peningkatan investasi dari mitra riset ruang angkasa. Kolaborasi antara sektor publik dan swasta ini dinilai penting untuk mempercepat adopsi teknologi konstruksi masa depan.
Kecepatan dan efektivitas Charlotte dinilai menjadi jawaban atas krisis perumahan Australia. Peneliti manajemen proyek dan infrastruktur University of Sydney, Neda Mohammadi, mengatakan robotika akan berperan besar mengatasi kekurangan tenaga kerja dan meminimalkan keterlambatan dalam pembangunan rumah.
Dengan beragam keunggulan tersebut, Charlotte menawarkan terobosan untuk menghadapi tantangan perumahan modern, sekaligus membuka peluang pembangunan hunian yang lebih efisien, berkelanjutan, dan adaptif terhadap kondisi ekstrem — baik di Bumi maupun luar angkasa. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY