Buka konten ini

JAKARTA (BP) — Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhamad Mardiono mendapat dukungan moral dari para ulama di Nusa Tenggara Timur (NTT) saat bersilaturahmi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan sejumlah ormas Islam setempat.
Dalam pertemuan itu, Ketua MUI NTT KH Muhamad Wongso secara terbuka menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap kepemimpinan Mardiono dalam mengembangkan PPP serta memperkuat peran umat dalam perpolitikan nasional.
Menurut Wongso, kehadiran Mardiono menjadi bukti eratnya hubungan antara ulama dan umara. Ia menilai keterbukaan dialog yang dibangun Mardiono mencerminkan kepemimpinan yang inklusif dan jujur.
“Terima kasih kepada Pak Mardiono. Tidak ada hal yang disembunyikan dalam Republik ini ketika ulama dan umara saling terbuka. Inilah bentuk kerja sama yang diwariskan para pendahulu,” ujar Wongso, Minggu (30/11).
Ia juga memberikan pesan langsung kepada Mardiono agar tetap kuat menghadapi dinamika politik yang penuh tantangan.
“Dalam politik ada intrik-intrik. Itu tidak boleh menjadi kendala bagi Bapak. Justru harus menjadi wahana menjaga dan membesarkan PPP ke depan. PPP jaya, umat bahagia,” katanya.
Sementara itu, Mardiono menyampaikan terima kasih atas dukungan tersebut. Ia menegaskan bahwa PPP sebagai partai berbasis keislaman selalu menempatkan ulama sebagai mitra strategis dalam memperjuangkan kepentingan umat.
“PPP lahir dari rahim ulama. Nasihat dan dukungan para ulama di NTT ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan politik yang meneduhkan, konstruktif, dan bermanfaat bagi umat,” ujarnya.
Mardiono menambahkan, kolaborasi antara ulama dan umara merupakan pilar penting dalam menjaga persatuan bangsa, terlebih di daerah multikultural seperti NTT. Menurutnya, ulama memiliki peran strategis dalam menjembatani dialog terkait program pemerintah dan isu-isu keumatan, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan ormas Islam.
“Dukungan moral ini mempertegas hubungan harmonis antara kepemimpinan politik dan keagamaan dalam memperkuat moderasi beragama serta stabilitas politik nasional,” pungkasnya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : MUHAMMAD NUR