Buka konten ini

BATAM (BP) – PT Pelni Cabang Batam memproyeksikan kenaikan jumlah penumpang pada masa angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Lonjakan diprediksi mencapai 1–5 persen setelah periode sebelumnya tercatat stabil tanpa pertumbuhan berarti.
Kepala PT Pelni Cabang Batam, Edwin Kurniansyah, mengatakan antusiasme masyarakat untuk pulang kampung dan berlibur pada akhir tahun menjadi faktor utama peningkatan tersebut. Selain itu, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan memberikan stimulus berupa diskon tarif kapal sebesar 20 persen yang diyakini ikut mendorong minat perjalanan.
“Prediksi peningkatan jumlah penumpang sekitar 1 sampai 5 persen. Tahun 2023 ke 2024 nyaris tidak ada kenaikan, namun tahun ini kemungkinan meningkat karena adanya stimulus tarif yang sangat membantu pelanggan Pelni yang merencanakan keberangkatan untuk merayakan Natal dan Tahun Baru,” ujarnya.
Berdasarkan data Pelni, selama periode 11 Desember 2023 hingga 11 Januari 2024, sekitar 30 ribu penumpang diberangkatkan melalui Pelabuhan Batam.
“Kalau melihat tren sebelumnya, di periode 2023–2024 itu sekitar 30 ribu penumpang. Tahun ini kami prediksi bisa lebih tinggi mengikuti pola mobilitas masyarakat dan adanya program diskon,” jelas Edwin.
Mengacu pada pola tahun lalu, puncak lonjakan penumpang diperkirakan terjadi sejak H-15, yakni pada 10–25 Desember 2025. “Mulai tanggal 10 sudah terlihat kenaikan, dan puncaknya mendekati tanggal 25 Desember,” tambahnya.
Untuk mengantisipasi peningkatan tersebut, Pelni menurunkan kapal tambahan KM Ngapulu guna memperkuat operasional KM Kelud yang menjadi armada reguler dari Batam. Frekuensi pelayaran juga ditambah dari rata-rata delapan kali menjadi 14 kali keberangkatan selama Desember.
Penjualan tiket Nataru telah dibuka sejak 21 November 2025 dan dilakukan secara bertahap untuk mencegah penimbunan tiket oleh calo. “Penjualan tidak langsung dilepas semua. Ini untuk menghindari oknum yang ingin memanfaatkan situasi untuk mencari keuntungan,” tegasnya.
Pelni mengimbau calon penumpang membeli tiket hanya melalui kanal resmi seperti aplikasi Pelni Mobile, loket resmi Pelni, serta bank mitra seperti BCA, Mandiri, dan BNI, termasuk agen travel resmi. “Di luar itu dipastikan bukan resmi dan berpotensi merugikan pelanggan,” ujar Edwin. (***)
Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : GALIH ADI SAPUTRO