Buka konten ini

BATAM (BP) – Minimnya penerangan jalan umum (PJU) di ruas Jalan Sambau hingga Batubesar, Kecamatan Nongsa, kembali dikeluhkan warga. Pemko Batam memastikan pemasangan jaringan PJU baru akan mulai dikerjakan tahun depan.
Plt Kepala Dinas Bina Marga Kota Batam, Dohar, mengatakan persoalan penerangan di wilayah Sambau bukan sekadar soal pemasangan titik lampu baru. Maraknya pencurian jaringan PJU di sejumlah lokasi membuat beberapa kawasan yang sebelumnya telah terpasang pun kembali gelap.
“Untuk PJU di Sambau ini, kendalanya memang cukup berat. Tidak hanya di Sambau saja, beberapa jaringan banyak yang dicuri,” ujar Dohar.
Ia menjelaskan, Pemko Batam telah menyiapkan beberapa metode untuk mengurangi risiko pencurian, termasuk rancangan teknis baru yang akan mulai diterapkan tahun depan.
“Kami tahun depan akan mulai. Ada beberapa metode yang sedang kami kaji. Kami coba nanti mana yang paling efektif,” katanya.
Dohar menegaskan pembangunan jaringan PJU tidak dapat dilakukan sembarangan karena berkaitan dengan sistem kelistrikan dan teknologi yang digunakan. Pemko juga tengah mengkaji efisiensi pembayaran listrik agar penggunaan PJU lebih hemat dan berkelanjutan.
“Teknologi itu berpengaruh pada PJU yang kita bayar ke listrik. Ada kajian juga, dan itu harus kita hitung betul,” jelasnya.
Sejumlah jalan utama di Batam telah mendapat prioritas pemasangan PJU, termasuk jalur utama Nongsa, Kabil, dan Punggur. Namun, untuk jalan alternatif dan titik-titik baru, pembangunan akan dilakukan bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran.
“Jalan utama sekarang sudah ada, sudah terang. Untuk jalan alternatif seperti Sambau, kami akan dorong supaya masuk prioritas tahun depan,” tuturnya.
Terkait maraknya pencurian jaringan PJU, Dohar mengimbau warga ikut menjaga aset publik tersebut. Menurutnya, pengamanan fasilitas pemerintah tidak bisa mengandalkan petugas saja.
“Kami mengimbau masyarakat bahwa ini aset pemerintah yang harus dijaga bersama. Jangan sampai ada lagi yang mencuri, karena ini untuk kepentingan bersama,” tegasnya.
Dohar mengakui, Dinas Bina Marga menjalankan patroli rutin untuk memantau kondisi PJU setiap malam. Namun, keterbatasan personel membuat pengawasan tidak dapat mencakup seluruh wilayah.
“Kami memang beberapa kali berpatroli, tapi kemampuan dan jangkauan kita terbatas. Titik lampu di Batam ini hampir 20 ribu. Tidak mudah mengawasi semuanya,” ujarnya.
Ia berharap peran serta masyarakat semakin meningkat. Namun, ia meminta warga tetap berhati-hati bila melihat orang mencurigakan di sekitar jaringan PJU agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. (*)
Reporter : Yashinta
Editor : GALIH ADI SAPUTRO