Buka konten ini

ANAMBAS (BP) – Pembangunan RSUD Tarempa kini memasuki tahap akhir. Progres fisik rumah sakit telah mencapai 95 persen dan sedang dikebut menuju fase finishing sebelum masa kontrak berakhir pada 20 Desember 2025.
Pantauan Batam Pos di lokasi proyek pada Jumat (28/11), menunjukkan aktivitas pembangunan yang masih berlangsung padat. Di area luar gedung, pekerja terlihat membersihkan sisa material bangunan. Sementara di bagian dalam, tim konstruksi fokus merampungkan pemasangan interior dan perlengkapan furnitur yang akan menunjang operasional rumah sakit.
Perwakilan PT Pembangunan, Yudi Prasetio, mengatakan, pekerjaan tersisa kini berfokus pada penyempurnaan teknis. Ia menyebutkan sebagian besar struktur bangunan sudah rampung.
“Yang sedang kami selesaikan saat ini lebih ke tahap akhir, seperti finishing interior, memastikan utilitas berjalan normal, pembersihan menyeluruh, dan penyempurnaan teknis supaya operasional nanti bisa maksimal,” jelasnya.
Yudi optimistis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sebelum kontrak berakhir. Ia menyebutkan tim di lapangan sedang bekerja penuh mengejar target penyelesaian.
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat semuanya tuntas. Targetnya sebelum 20 Desember seluruh pekerjaan selesai dan siap diserahterimakan,” ujarnya.
Ia menambahkan, setelah serah terima proyek, kontraktor masih berkewajiban menjalani masa pemeliharaan selama satu tahun. Setiap kekurangan atau kerusakan yang muncul setelah rumah sakit difungsikan tetap menjadi tanggung jawab kontraktor.
Di sisi lain, Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, mengungkapkan perkembangan rencana peresmian RSUD Tarempa. Ia menyebutkan, pihaknya telah mengajukan undangan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk meresmikan langsung fasilitas kesehatan tersebut.
“Ini program dan bantuan dari pemerintah pusat. Perkiraan peresmian Januari atau Februari. Kami masih menunggu informasi resmi dari protokol Istana Negara,” tuturnya.
Aneng menegaskan RSUD Tarempa merupakan proyek strategis untuk meningkatkan layanan kesehatan di wilayah kepulauan, terutama di kawasan 3T. Keberadaan rumah sakit ini diharapkan menjadi rujukan utama di Kabupaten Kepulauan Anambas, sehingga masyarakat tidak perlu lagi dirujuk jauh ke Tanjungpinang atau Batam.
Pembangunan RSUD Tarempa merupakan bagian dari program Pusat Hidup Terpadu dan Cerdas (PHTC) dengan total anggaran mencapai Rp150 miliar. Proyek ini menjadi salah satu investasi besar pemerintah pusat di sektor kesehatan untuk wilayah perbatasan. (*)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GUSTIA BENNY