Buka konten ini

LAHAN yang memanjang ke bagian belakang sering membuat tampilan rumah terlihat besar dan berat. Namun, arsitek Wiyoga Nurdiansyah mengatasinya melalui pengaturan tata ruang yang terpisah, tetapi tetap saling terhubung secara fungsional.
Massa bangunan dibagi menjadi dua zona utama, yaitu area ruang keluarga serta kamar utama yang berada di lantai dua.
Pembagian ini bertujuan menciptakan kesan ruang yang lebih luas dibandingkan lantai dasar. Menariknya, kolam renang justru ditempatkan di lantai dua dan berfungsi sebagai pembatas sekaligus titik fokus visual di antara dua massa bangunan tersebut. Area tepi kolam pun menjadi jalur penghubung antarzona.
Saat hujan turun, penghuni dapat menggunakan akses dalam ruangan melalui jembatan koridor di sisi barat. Di antara kolam dan koridor tersebut terdapat ruang terbuka yang dimanfaatkan sebagai inner court. Menurut Wiyoga, pengolahan lahan dirancang seefisien mungkin agar tetap menyisakan area hijau yang cukup.
Secara tampilan luar, rumah bergaya kontemporer ini terlihat sederhana. Atap pelana berlapis bitumen memberikan kesan yang bersahaja, berpadu dengan elemen semen ekspos tanpa finishing, bata merah, serta kayu jati yang dibiarkan tampil alami.
Bata ekspos pada fasad disusun dengan pola zig-zag dan diputar sekitar 30 derajat untuk menciptakan efek bayangan yang dinamis serta nuansa maskulin pada tampilan bangunan.
Dari area masuk, pengunjung memiliki dua pilihan akses menuju ruang keluarga di lantai dua. Jalur pertama melalui pintu utama yang langsung tersambung dengan tangga koridor.
Jalur kedua melalui area luar dengan pathway yang mengarah ke ramp menuju lantai atas. Kemiringannya cukup landai sehingga tetap nyaman dilalui dan tidak menguras tenaga. Di ujung jalur, terdapat teras sebagai ruang transisi sebelum memasuki living room yang terasa luas berkat plafon tinggi.
Sementara itu, lantai dasar dimanfaatkan untuk kamar anak, ruang kerja, dan area servis. Seluruh ruangan di ACH House dirancang memperoleh cahaya alami melalui berbagai bukaan di setiap sisi bangunan.
Pada koridor misalnya, penggunaan skylight dan pintu geser berbahan kaca membantu memaksimalkan masuknya sinar matahari. Sirkulasi udara alami juga terjaga sepanjang hari lewat bukaan pintu yang lebar, menciptakan suasana rumah yang sejuk dan nyaman. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO