Buka konten ini

RUMAH yang berdiri persis di samping kediaman keluarga Boy itu sudah lama menghuni kawasan tersebut. Setelah resmi dibeli, bangunan kemudian direnovasi, meski tidak dilakukan secara menyeluruh. Arsitek Bran mendapat tugas untuk menyelaraskan rumah tambahan itu agar tampak serasi dengan bangunan lama. Salah satu perubahan utama ialah pada bagian fasad, yang disesuaikan dengan desain rumah baru sesuai keinginan sang presenter sekaligus content creator.
Bran merancang dua elemen fasad berbentuk geometris kotak yang dibuat seolah melayang, sehingga tampil lebih menarik dan tidak terkesan berat. Daya tarik utamanya terletak pada penggunaan second skin berupa anyaman rotan yang diaplikasikan hampir di seluruh fasad lantai tiga, baik pada bangunan lama maupun yang baru. Dengan pendekatan ini, keseluruhan tampilan terlihat menyatu, meski awalnya kedua bangunan memiliki karakter yang sangat berbeda.
Material yang digunakan berupa rotan sintetis produksi Byo Living yang dikenal kuat serta mudah perawatannya. Selain lebih ringan dibanding panel kayu, anyaman ini justru menjadi ciri khas yang membentuk identitas visual rumah tersebut.
Tak hanya mempercantik tampilan, anyaman rotan juga berfungsi sebagai penyaring cahaya matahari. Pada beberapa bagian, dibuat sistem layar yang bisa dibuka dan ditutup sehingga intensitas cahaya dan aliran udara dapat disesuaikan dengan kebutuhan penghuni.
Dari sisi tata ruang, rumah lama dan baru dirancang dengan konsep mirroring, di mana masing-masing bangunan memiliki fungsi ruang sendiri.
Pintu masuk, ruang keluarga, kamar tidur, hingga ruang kerja dibuat terpisah. Hanya saja, di rumah baru tidak disediakan dapur servis karena Boy tidak memasak, sehingga seluruh aktivitas memasak tetap dilakukan di bangunan lama.
Karena hunian ini bersifat multigenerasi dan juga dihuni oleh orang tua serta nenek Boy, diperlukan area yang lebih privat untuk dirinya. Meski demikian, kedua bangunan tetap dihubungkan melalui common space berupa courtyard dan kolam renang.
Kolam renang sebenarnya merupakan bagian dari rumah lama. Namun karena tidak terdapat taman, ditambahkan area hijau di sisi kolam, sehingga tercipta ruang terbuka yang nyaman untuk bersantai. Area ini berada di lantai dua dan menjadi titik relaksasi bagi penghuni.
Lantai dasar difungsikan sebagai area kantor dan ruang tamu, sementara common space terletak di lantai atas. Salah satu elemen interior yang mencuri perhatian adalah area tangga, di atasnya terdapat skylight melengkung yang menciptakan efek bayangan dramatis seiring pergerakan sinar matahari sepanjang hari, memberi nuansa artistik dan dinamis pada interior rumah. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO