Buka konten ini
BATUAJI (BP) – Unit Reskrim Polsek Batuaji masih mendalami kasus penganiayaan yang diduga menjadi pemicu lahirnya bayi prematur hingga meninggal dunia. Saat ini penyidik tengah menunggu kelengkapan alat bukti berupa hasil rekam medis korban.
“Kita masih menunggu hasilnya,” ujar Kanit Reskrim Polsek Batuaji, Iptu Andy Pakpahan, Kamis (27/11).
Andy menjelaskan, rekam medis diperlukan untuk memastikan kondisi kesehatan kandungan korban sebelum dan sesudah dugaan penganiayaan serta pengancaman. Bayi yang dilahirkan korban sempat dirawat di RSUD Embung Fatimah, namun meninggal sehari kemudian.
“Bukti ini akan kami sinkronkan dengan keterangan korban dan para saksi,” tuturnya.
Berdasarkan keterangan korban, penganiayaan terakhir terjadi pada 28 Oktober malam. Pelaku berinisial KY diduga datang ke rumah korban bersama kekasih barunya lalu memukul korban. Jarak waktu antara pengancaman, penganiayaan, dan meninggalnya bayi membuat penyidik harus memastikan kembali keterkaitan peristiwa tersebut.
“Karena ada rentang waktu dari pengancaman hingga bayi meninggal, maka semuanya harus kita teliti lagi,” kata Andy.
Sementara itu, Heribertus, pihak keluarga korban, meminta polisi memproses laporan tersebut secara serius. (*)
Reporter : YOFI YUHENDRI
Editor : GALIH ADI SAPUTRO