Buka konten ini
WASHINGTON (BP) – Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS), Scott Bessent, menilai mekanisme pengaturan suku bunga yang dijalankan Federal Reserve (The Fed) semakin kompleks dan mulai menunjukkan tanda kerentanan. Ia menyebut struktur kebijakan moneter bank sentral kini berada pada fase yang tidak stabil.
“Kita telah memasuki kondisi di mana kebijakan moneter menjadi sangat kompleks,” ujarnya seperti dikutip Reuters. “The Fed beralih ke sistem ample-reserves, namun sekarang terlihat ada titik-titik yang mulai rapuh.”
Bessent menyoroti dinamika pasar uang yang semakin menantang, terutama ketika The Fed harus menyeimbangkan neraca sebesar USD6,56 triliun sambil mempertahankan kelancaran likuiditas di sistem keuangan.
Dalam pertemuan kebijakan terbaru, The Fed memutuskan menghentikan proses pengetatan neraca mulai awal Desember. Langkah ini diambil setelah tekanan likuiditas pada Oktober menyebabkan suku bunga federal funds sulit bergerak sesuai target.
Kondisi pasar uang yang tegang itu juga meningkatkan penggunaan fasilitas repo permanen (SRF), sementara arus dana kembali mengalir deras ke fasilitas reverse repo yang menjadi batas bawah suku bunga jangka pendek.
Menurut Bessent, besarnya neraca The Fed berimbas pada pergerakan harga obligasi dan tingkat imbal hasil. Pernyataan tersebut sejalan dengan pendapat Presiden Fed Kansas City, Jeffrey Schmid, yang menilai ukuran neraca raksasa itu membuat batas antara kebijakan fiskal dan moneter menjadi semakin kabur. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO