Buka konten ini

BATAM (BP) – Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema di One Batam Mall, Batam Center, Kamis (27/11). Sebanyak 240 pelajar dari 59 SMA sederajat se-Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengikuti Pekan Tilawah Pelajar yang digelar Universitas Terbuka (UT) Batam bekerja sama dengan Batam Pos. Ajang ini berlangsung selama dua hari hingga Jumat (28/11).
Perhelatan ini menghadirkan empat cabang lomba dan menjadi ruang kompetisi seni baca Al-Qur’an bagi generasi muda. Lebih dari sekadar mencari juara, kegiatan ini diharapkan menjadi sarana pembinaan karakter dan spiritual para pelajar di tengah pesatnya arus digital.
Hal itu disampaikan Kepala Perwakilan Disdik Kepri di Batam, Kasdianto, saat membuka kegiatan.

“Tilawah bukan hanya tentang keindahan suara, tetapi juga memperkuat hubungan kita dengan ayat-ayat Al-Qur’an,” ujarnya.
Kasdianto mengenang masa kecilnya ketika belajar mengaji di surau bersama teman sebaya, sebelum hadirnya metode modern seperti TPA dan iqra. Ia menyebut perkembangan zaman telah mengubah pola belajar, namun nilai spiritual tidak boleh bergeser.
“Zaman berubah, tapi kewajiban kita tetap sama: membimbing anak-anak agar memahami dan mencintai Al-Qur’an. Karena itu, kegiatan ini sangat kami dukung,” tambahnya.
Ia mengungkapkan masih ada pelajar SMA yang belum bisa membaca Al-Qur’an. Untuk itu, sekolah-sekolah di Kepri kini menerapkan program membaca surat Yasin setiap Jumat guna memperkuat literasi Al-Qur’an.
Direktur UT Batam, Angga Sucitra Hendrayana, menyampaikan apresiasinya atas meningkatnya jumlah peserta pada penyelenggaraan tahun kedua ini.

“Alhamdulillah tahun ini diikuti 59 sekolah dengan hampir 240 peserta. Antusiasmenya luar biasa dan kami sangat bangga,” ucapnya.
UT Batam, lanjut Angga, kini memiliki lebih dari 16.300 mahasiswa di Kepri serta dua prodi berbasis keislaman (PAI dan Ekonomi Syariah). Mahasiswanya juga aktif meraih prestasi pada ajang MTQ tingkat nasional hingga internasional.
Ia berharap Pekan Tilawah Pelajar dapat menjadi benteng moral bagi generasi muda di tengah derasnya paparan informasi digital.
“Teknologi bergerak cepat dan sulit difilter. Melalui kegiatan seperti ini, pelajar bisa menyeimbangkan perkembangan zaman dengan nilai-nilai Qur’ani,” ujarnya.
Kesbangpol Pemko Batam, Riama Manurung, turut mengapresiasi kolaborasi UT Batam dan Batam Pos dalam menghadirkan kegiatan yang bernilai edukatif dan religius.
“Pemerintah kota tidak bisa meng-cover semua kegiatan kemasyarakatan. Karena itu, kami sangat mengapresiasi UT dan Batam Pos yang sudah mengambil peran,” katanya.
Riama menyarankan agar ke depan kegiatan melibatkan LPTQ Kota Batam dan Pemerintah Provinsi Kepri agar kualitas penilaian semakin baik dan cakupan peserta lebih luas.
“Jika memungkinkan, bukan hanya SMA, tetapi SMP juga bisa dirangkul. Banyak pelajar Kepri yang sudah berprestasi sampai tingkat nasional dan internasional,” ujarnya.
Kegiatan dua hari ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mempererat ukhuwah antarpelajar se-Kepri.
“Kompetisi harus jujur dan penuh percaya diri. Namun silaturahmi tetap yang utama,” pesan Angga kepada peserta.
Pekan Tilawah Pelajar se-Kepri diharapkan mampu melahirkan generasi yang kuat spiritualitasnya, cerdas akademiknya, dan berkarakter Qur’ani—sejalan dengan tantangan zaman yang semakin kompleks. (*)
Reporter : AZIS MAULANA
Editor : RATNA IRTATIK