Buka konten ini

ANAMBAS (BP) — Operator ferry MV Seven Star Island menunda keberangkatan kapal dari Tanjungpinang menuju Anambas yang dijadwalkan berangkat pada Jumat (28/11). Pengumuman penundaan disampaikan sehari sebelumnya melalui agen penjualan tiket.
Keputusan itu diambil karena kondisi gelombang di perairan Anambas diprediksi mencapai 4 meter. Situasi tersebut dinilai berisiko tinggi bagi keselamatan pelayaran.
“Ditunda karena cuaca buruk. Kita tidak berani memaksakan demi keselamatan penumpang,” ujar operator kapal, Asan, Kamis (27/11).
Asan menegaskan, keselamatan penumpang dan awak kapal menjadi prioritas utama. Dengan cuaca yang tidak menentu, pihaknya memilih langkah aman. Penumpang yang telah membeli tiket mendapatkan pengembalian uang secara penuh tanpa potongan.
“Kalau tidak mau dikembalikan uangnya, bisa kita geser keberangkatannya pada 2 Desember,” tambahnya.
Rencananya, MV Seven Star Island akan kembali dijadwalkan berangkat pada Senin (1/12), namun rencana itu masih menunggu perkembangan cuaca. “Kita lihat dulu kondisi cuaca hari Senin nanti. Keberangkatan tergantung dari BMKG dan izin Syahbandar,” jelasnya.
Di lapangan, sejumlah warga mengaku tertahan di Tanjungpinang maupun Batam akibat penundaan mendadak tersebut. Kartika Marlinaz, salah satu calon penumpang, mengatakan bahwa ia harus menyesuaikan kembali agenda perjalanannya.
“Baru dapat kabar dari agen kalau kapal tidak berangkat. Terpaksa tertahan dulu di Tanjungpinang,” ujarnya. Meski begitu, Kartika mengaku memahami keputusan operator.
“Yang penting demi keselamatan. Cuma ya makin lama di sini, biaya keluar terus.”
Penundaan pelayaran akibat cuaca buruk memang kerap terjadi di Anambas menjelang akhir tahun. Hingga kini, operator kapal terus memantau kondisi laut bersama BMKG serta Syahbandar. Penumpang diminta mengikuti informasi resmi dari agen maupun pihak pelabuhan. (*)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GUSTIA BENNY