Buka konten ini

BATAM (BP) – Turnamen sepak bola muda bergengsi Citramas Cup ke-8 2025 resmi kembali digelar, menyedot perhatian 68 tim Sekolah Sepak Bola (SSB) dari dalam dan luar negeri. Ajang tahunan ini berlangsung sejak 20 September hingga 23 November, menyuguhkan kompetisi berkualitas secara berkesinambungan bagi pemain muda.
Setelah vakum selama dua tahun akibat pandemi Covid-19, turnamen tahun ini tidak hanya diikuti klub-klub lokal. Citramas Cup kembali menarik peserta dari regional, termasuk tim dari Singapura dan Malaysia.
“Kita menggelar ajang ini supaya adik-adik punya pengalaman bertanding, baik dari Malaysia, Singapura, dan sekitar Kepri,” ujar Direktur Utama Citramas Grup, Mike Wiluan. Ia menambahkan, tujuan penyelenggaraan adalah konsistensi, sehingga turnamen ini bisa menarik perhatian negara lain di kawasan Sijori (Singapura, Johor, Riau).
Setelah melalui persaingan ketat, juara di setiap kategori usia akhirnya ditentukan. Blue Eagle menjadi juara U-9, diikuti Tanggo (U-10), Karimun Junior (U-11), dan Citramas (U-12).
Lebih dari sekadar memperebutkan piala dan total hadiah tunai Rp 77 juta, Citramas Cup menitikberatkan pada pembinaan dan pengembangan fasilitas. “Yang penting bukan hanya piala. Kami mempersiapkan fasilitas yang menjadi basis pertandingan, serta mendorong sharing pengalaman antar-tim,” ujar Mike.
Mike menegaskan, Citramas Grup juga berkomitmen mengembangkan atlet muda agar fokus dan konsisten berprestasi di sepak bola. Bagi pemain berbakat, program berkelanjutan ini mencakup jenjang seleksi untuk mempersiapkan atlet masa depan Kepri.
Selain itu, Mike berharap pemerintah daerah dapat mendukung pembentukan tim profesional. “Hanya Kepri yang belum memiliki klub sepak bola yang berlaga di Liga 1 Indonesia. Harapan kami Pemko dan Pemprov bisa memfasilitasi hal ini,” tegasnya.
Dengan meningkatnya skala dan kualitas peserta, Citramas Cup bukan sekadar turnamen, tetapi barometer perkembangan sepak bola usia dini di kawasan Sijori, menandai kebangkitan sepak bola muda pasca-pandemi. (*)
Reporter : GALIH ADI SAPUTRO
Editor : MUHAMMAD NUR