Buka konten ini
BATAM (BP) – Propam Polda Kepri memperketat penegakan disiplin internal, mulai dari aturan parkir, kedisiplinan jam kerja, hingga kerapian berpakaian. Langkah ini ditempuh untuk membangun kultur kepatuhan dan keteladanan di lingkungan kepolisian.
Kabid Propam Polda Kepri, Kombes Eddwi Kurniayanto, mengatakan sejumlah pelanggaran ringan masih kerap ditemukan dalam patroli rutin. Mulai dari parkir sembarangan, anggota yang berkeliaran pada jam kerja, hingga cara berpakaian yang tidak sesuai ketentuan.
“Propam memperkuat tindakan penertiban, tidak hanya sebatas sosialisasi, tapi langsung penindakan. Dan itu rutin kami lakukan setiap hari,” ujarnya.
Menurut Eddwi, setiap penegakan disiplin selalu diawali dengan edukasi. Pelanggaran ringan terlebih dahulu diingatkan melalui pemasangan stiker peringatan. Namun jika anggota tetap mengulangi pelanggaran, tindakan tegas diberlakukan.
“Kalau sudah ditempel stiker tapi tetap tidak berubah, maka pentil kendaraannya saya minta cabut,” tegasnya.
Ia menambahkan, area parkir di lingkungan Polda Kepri saat ini sudah memadai. Karena itu, alasan memarkir kendaraan di bahu jalan atau lokasi yang menghambat aktivitas kantor tidak lagi dapat ditoleransi. “Parkiran cukup. Ini sekaligus membiasakan anggota supaya tertib,” katanya.
Setiap pagi, Propam juga menggelar patroli internal menyisir seluruh sudut kantor. Langkah ini sekaligus menindaklanjuti kebiasaan Kapolda Kepri yang kerap berkeliling memantau aktivitas personel.
“Kalau Kapolda temukan pelanggaran, langsung dikirim ke saya dan kami panggil personelnya,” jelas Eddwi.
Ia menyebut personel yang terbukti melakukan pelanggaran ringan akan dikenai tindakan fisik sebagai efek jera, seperti push up. Seluruh nama tercatat dan ditempatkan dalam mekanisme teguran berlapis. “Kami catat semua. Ada teguran pertama, kedua, ketiga, lalu tindakan disiplin,” ucapnya.
Penertiban juga difokuskan pada anggota yang kedapatan berkeliaran atau nongkrong saat jam kerja. Propam menetapkan aturan satu jam setelah apel pagi, sekitar pukul 09.00, seluruh anggota sudah harus berada di unit masing-masing. “Kalau masih terlihat keluyuran, pasti kami tanya. Sekarang sudah banyak anggota yang bawa bekal, jadi tidak ada alasan keluar,” katanya.
Eddwi menegaskan pengetatan disiplin ini mulai menunjukkan hasil. Pelanggaran secara umum menurun dan hanya sesekali terjadi karena faktor tertentu. “Sudah jauh berkurang. Sesekali saja, mungkin karena buru-buru. Tapi dari jam 7 sampai jam 10, kami tetap awasi,” ujarnya.
Ia memastikan upaya Propam bukan untuk menekan personel, melainkan membentuk budaya disiplin yang kuat di internal kepolisian. “Ini atensi kami agar anggota tertib. Sudah berjalan baik, tinggal ditingkatkan,” tutupnya. (*)
Reporter : YASHINTA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO