Buka konten ini

MANCHESTER (BP) – Jauh sebelum duduk di kursi pelatih Bayer Leverkusen, Kasper Hjulmand telah memendam kekaguman terhadap Pep Guardiola. Saat masih menangani FC Nordsjaelland pada 2012, Hjulmand menyebut Pep yang kini menangani Manchester City sebagai sosok revolusioner.
Tak cukup mengagumi, Hjulmand jadi penganut filosofi sepak bola ala Pep yang menekankan pentingnya penguasaan bola dan pressing. ”Saya yakin Pep Guardiola akan dikenang. Seperti Steve Jobs-nya sepak bola,” tutur Hjulmand seperti dikutip dari Telegrafi.
Setelah malang-melintang selama 14 tahun sebagai pelatih, Hjulmand mendapatkan momen menghadapi idolanya tersebut dalam lanjutan fase League Liga Champions di Stadion Etihad, Manchester, dini hari nanti (siaran langsung beIN Sports 3/beIN Sports Connect/Vidio pukul 03.00 WIB).
”Awal di Nordsjaelland Hjulmand memang menekankan gaya bermain mirip FC Barcelona dalam penguasaan bola. Tetapi, Hjulmand bukan tiruan Pep. Kini, dia lebih pragmatis dan mampu beradaptasi,” ujar jurnalis Denmark Troels Bager Thogersen kepada The Daily Telegraph.
Secara performa, Hjulmand tampil impresif bersama Leverkusen. Sejak menggantikan Erik ten Hag, mantan pelatih timnas Denmark itu menorehkan sembilan kali kemenangan, tiga kali seri, dan hanya dua kali kalah. Namun, dua kekalahan itu dialami saat menghadapi lawan-lawan besar. Masing-masing Paris Saint-Germain (2-7, 21/10) dan Bayern Munchen (0-3, 1/11).
Selain itu, Leverkusen datang dalam kondisi tidak ideal. Sejumlah pemain absen, termasuk kapten Robert Andrich yang masih menjalani hukuman kartu merah lawan Paris Saint-Germain. ”Mereka (City) baru saja kalah di liga domestik (1-2 oleh Newcastle United di Premier League, red). Mereka tentu tidak ingin mengulangnya melawan kami,” kata gelandang Leverkusen Aleix Garcia yang pernah membela City (2015–2017) kepada Manchester Evening News. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO