Buka konten ini

RBN House menjadi proyek yang cukup personal bagi arsitek Marchela Saragih. Sang pemilik adalah sahabat sendiri, sehingga desain rumah dibuat benar-benar menyesuaikan kebutuhan penghuni dan gaya favorit mereka: industrial dengan sentuhan hangat.
Terletak di Sarijadi, Bandung, rumah ini berdiri di kawasan padat dengan row jalan hanya 2,5 meter. Tantangan pertama langsung muncul: bagaimana membuat akses kendaraan tetap nyaman. Garasi lama dibongkar, area parkir dimundurkan dan diperlebar. “Dengan begitu, mobil bisa keluar-masuk tanpa kesulitan,” ujar Marchela.
Karena jarak antar-rumah rapat, fasad dibuat masif untuk menjaga privasi. Ada balkon pada kamar utama, dibuat cukup tinggi agar pandangan dari luar terhalang. Meski demikian, area balkon tetap bisa dipakai ayah pemilik rumah untuk memelihara burung, sesuai hobinya.
Bukaan justru dipusatkan di bagian belakang rumah, menghadap taman kering selebar dua meter. Taman itu dilapisi kerikil dan dinaungi kanopi kaca dengan lubang udara. Udara tetap masuk, sinar matahari cukup, tapi air hujan tak mudah menerobos. “Karena rumah ini menghadap barat, bagian depan cenderung panas di sore hari. Maka bukaan kami orientasikan ke belakang,” jelas founder Marchelarchitect & Partners tersebut.
Untuk interior, Marchela menginginkan lantai dasar tanpa banyak sekat agar ruang terasa lega. Namun, karena orang tua pemilik rumah juga tinggal di sana, dibuat satu kamar di lantai dasar agar mobilitas mereka lebih mudah. Sisanya diisi area open kitchen dan ruang keluarga yang langsung terhubung dengan taman belakang.
Gaya industrial tetap dipertahankan lewat bata ekspos dan semen ekspos. Namun, agar tidak terasa dingin, Marchela memasukkan nuansa tropis modern melalui material kayu kebetulan orang tua pemilik rumah punya banyak koleksi furnitur kayu. Kusen depan pun memakai kayu dan dipadukan dengan genting tanah liat, mempertegas nuansa tropis Indonesia.
Satu elemen yang langsung mencuri perhatian adalah tangga berwarna olive green. Kontras dengan material di sekitarnya, elemen itu menjadi focal point di tengah rumah. Meski fasad tampak solid, cahaya tetap leluasa masuk berkat skylight yang menyorot tangga dan memberi efek bayangan pada dinding bata ekspos. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO