Buka konten ini

BATUAJI (BP) – Gas elpiji 3 kilogram atau gas melon di kawasan Batuaji mulai langka dalam sepekan terakhir. Kondisi ini membuat warga kesulitan mendapatkan kebutuhan energi untuk memasak maupun usaha.
Asril, pedagang di sekitar Perumahan Permata Puri, mengatakan dirinya terpaksa
membeli gas di kios karena stok di pangkalan kerap kosong.
“Sudah sepekan susah dapat gas di pangkalan. Saya akhirnya beli di kios dekat sini,” ujarnya, Jumat (21/11).
Harga di kios, kata Asril, jauh lebih tinggi dari Harga Eceran Tertinggi (HET). Ia harus merogoh kocek hingga Rp25 ribu per tabung, padahal usahanya membutuhkan gas setiap hari. “Terpaksa beli demi usaha. Tapi harga jual makanan tetap sama, jadi untungnya makin tipis,” keluhnya.
Hal serupa dialami Yuni, warga Senawangi, Batuaji. Ia mengaku kesulitan memasak karena gas melon sulit ditemukan. “Saya juga beli di kios, harganya mahal. Di pangkalan cepat habis,” ujarnya.
Yuni berharap pemerintah segera turun tangan mengatasi kelangkaan tersebut. Ia meminta pihak terkait mengecek langsung penyebabnya, termasuk kemungkinan adanya penimbunan.
“Takutnya memang ada yang sembunyiin supaya harga naik. Soalnya di beberapa kios tetap ada stoknya,” tutupnya. (*)
Reporter : Yofi Yuhendri
Editor : GALIH ADI SAPUTRO