Buka konten ini

MENARA Kembar Petronas menjadi salah satu kebanggaan utama Malaysia, menjulang megah di pusat Kuala Lumpur. Dirancang oleh arsitek ternama César Pelli, bangunan ini awalnya dibangun sebagai kantor pusat Petronas, perusahaan minyak nasional. Britannica menyebutkan bahwa proyek tersebut tidak hanya bertujuan menghadirkan gedung perkantoran, tetapi juga mencerminkan jati diri nasional serta ambisi Malaysia untuk tampil sebagai negara maju di kancah internasional.
Keunikan arsitektur menara ini tidak sekadar pada tampilannya yang modern, tetapi juga pada nilai budaya yang dihadirkannya. Denah bangunan mengambil inspirasi dari bentuk geometri Islam berupa bintang bersudut delapan yang melambangkan harmoni, kesatuan, dan kestabilan. KLCC Projeks (n.d.) menyebutkan, pola ini lahir dari perpaduan dua bujur sangkar yang diputar dan diberi lingkaran kecil sebagai elemen penyeimbang, sehingga menghasilkan komposisi yang memuat nilai estetika dan spiritual.
Dari sisi teknis, Menara Kembar Petronas menunjukkan inovasi yang mengesankan. Setiap menara memiliki 88 lantai dengan tinggi sekitar 452 meter. Material beton bertulang berkekuatan tinggi dipilih sebagai struktur utama, menyesuaikan dengan kondisi lokal serta memastikan stabilitas bangunan pencakar langit tersebut.
Salah satu elemen paling ikonik adalah skybridge, jembatan yang menghubungkan kedua menara. Struktur sepanjang 58,4 meter di lantai 41 dan 42 itu berada di ketinggian sekitar 175 meter. Selain menjadi penghubung, jembatan ini dirancang fleksibel agar mampu bergerak mengikuti hembusan angin. Thornton Tomasetti (n.d.) menjelaskan bahwa skybridge ditopang oleh pipa baja yang terhubung ke bantalan rotasi di lantai 29 masing-masing menara, sehingga memungkinkan pergerakan independen kedua struktur. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO