Buka konten ini

LINGGA (BP) – Warga Kampung Baru, Desa Batu Berdaun, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, digemparkan oleh temuan seorang pria bernama Muri yang mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di rumahnya, Rabu (19/11) pagi.
Kejadian itu pertama kali diketahui oleh rekan kerja dan orang tuanya yang datang ke rumah Muri setelah pria tersebut tak kunjung merespons panggilan telepon sejak Selasa (18/11) malam.
“Kebetulan Muri bekerja dengan saya. Semalam dia izin tidak masuk kerja karena mengaku sakit. Malamnya kami coba hubungi, tapi tidak ada jawaban. Pagi tadi saya hubungi lagi, tetap tidak diangkat,” ujar Pak Mur, rekan sekaligus atasannya.
Karena tak mendapat kabar, Pak Mur memutuskan mendatangi rumah Muri. Setibanya di sana, seluruh pintu rumah tertutup rapat. Ia kembali menelepon, dan nada dering terdengar dari dalam rumah.
“Karena khawatir, saya langsung menemui ayahnya untuk melihat kondisi Muri,” tuturnya.
Sekitar pukul 08.00 WIB, keduanya tiba di rumah Muri. Sang ayah masuk melalui pintu belakang dan langsung berteriak histeris. Pak Mur yang mendengar teriakan itu segera masuk.
“Ketika saya sampai, saya kaget melihat Muri sudah tergantung di dapur,” kata Pak Mur.
Ayah Muri yang tak tega melihat kondisi anaknya segera mencari pisau dan memotong tali tersebut. Pak Mur ikut memegang tubuh Muri agar tidak jatuh ke lantai. “Saat itu tubuhnya sudah kaku dan dingin,” tambahnya.
Belum diketahui pasti penyebab Muri mengakhiri hidupnya. Namun menurut keterangan rekan-rekannya, beberapa waktu terakhir Muri sering mengeluhkan persoalan rumah tangga. Ia dan istrinya diketahui telah pisah rumah meski belum resmi bercerai. Selain itu, Muri juga kerap mengeluhkan pusing dan disebut mengonsumsi obat pereda sakit kepala hingga lima butir sekaligus.
Jenazah Muri sempat dibawa ke rumah sakit untuk visum dan kini telah dipulangkan ke rumah duka untuk dimakamkan. (*)
Reporter : VATAWARI
Editor : GUSTIA BENNY