Buka konten ini

UPAYA menghadirkan hunian yang ramah lingkungan dan nyaman ditempati terus berkembang. Sejumlah pendekatan—mulai dari penggunaan material berkelanjutan, pemaksimalan cahaya alami, hingga penerapan teknologi pintar—kini menjadi pilihan banyak pemilik rumah.
1. Biophilic Design: Menghadirkan Alam ke Ruang Tinggal
Biophilic design menjadi salah satu tren terkuat pada 2025. Konsep ini menggabungkan unsur alam ke dalam rumah melalui taman vertikal, kolam kecil, hingga bukaan cahaya yang luas. Kehadiran elemen alami diyakini mampu meningkatkan kenyamanan sekaligus mendekatkan penghuni dengan lingkungan sekitar.
2. Material Ramah Lingkungan: Pilihan yang Lebih Bertanggung Jawab
Minat terhadap material berkelanjutan semakin tinggi. Bambu, kayu daur ulang, dan batu alam banyak dipilih karena lebih rendah jejak lingkungannya sekaligus memberi nuansa hangat dan natural pada ruang.
3. Pencahayaan Alami: Efisiensi Energi dan Kesehatan
Desain hunian modern menekankan pemanfaatan cahaya matahari. Pemasangan jendela berukuran besar, skylight, dan void membantu mengurangi penggunaan lampu, serta menghadirkan suasana rumah yang lebih sehat dan terang sepanjang hari.
4. Teknologi Rumah Pintar: Praktis dan Hemat Energi
Penerapan perangkat pintar kini menjadi bagian dari kebutuhan. Pengaturan lampu otomatis, termostat cerdas, dan sistem keamanan berbasis aplikasi tidak hanya meningkatkan keamanan, tetapi juga membuat konsumsi energi lebih efisien.
5. Ruang Terbuka: Fleksibel dan Terhubung
Konsep ruang terbuka—menggabungkan ruang tamu, ruang makan, dan dapur—kian digemari. Tanpa sekat, rumah terasa lebih lapang dan pergerakan antar-ruangan lebih efisien. Sirkulasi udara dan cahaya pun menjadi lebih optimal.
6. Warna dan Tekstur Alami: Sentuhan Tenang dan Hangat
Warna-warna natural, seperti hijau daun, cokelat tanah, dan biru lembut, banyak digunakan untuk menampilkan suasana yang menenangkan. Tekstur alami pada dinding atau furnitur menambah kedalaman dan karakter pada interior.
7. Pemanfaatan Air Hujan: Alternatif yang Berkelanjutan
Sistem penampungan air hujan mulai dimasukkan ke dalam desain hunian. Air yang ditampung dapat digunakan untuk menyiram tanaman atau kebutuhan lain yang tidak memerlukan air bersih, sekaligus mengurangi pemakaian air dari jaringan utama.
8. Furnitur Daur Ulang: Estetis dan Ramah Lingkungan
Pemanfaatan furnitur daur ulang juga meningkat. Bahan bekas—seperti peti kayu yang diubah menjadi meja—menawarkan tampilan unik dan berkontribusi mengurangi limbah.
9. Desain Modular: Lebih Cepat dan Adaptif
Desain modular menawarkan fleksibilitas tinggi. Rumah dapat diperluas atau diperkecil sesuai kebutuhan penghuni. Proses pembangunannya pun lebih efisien karena banyak komponen dibuat terlebih dahulu di pabrik.
10. Circular Design: Memandang Masa Depan
Circular design menjadi pendekatan yang semakin dilirik. Konsep ini memastikan material dapat digunakan kembali atau didaur ulang, sejalan dengan upaya menekan limbah dan mendukung ekonomi sirkular dalam sektor konstruksi. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO